Cara Menghitung Kebutuhan Lampu pada Ruangan

Cara menghitung kebutuhan lampu ruangan – Lampu merupakan salah satu alat elektronik yang memiliki peran sangat penting di rumah. Fungsi utamanya tentu saja sebagai media penerangan ruangan.

Namun, pernahkah Anda berfikir berapa jumlah lampu yang dibutuhkan untuk menerangi sebuah ruangan?

Mari kita kupas cara menghitung kebutuhan lampu rumah Anda. Dengan mengetahui berapa banyak lampu yang dibutuhkan di rumah, maka akan membantu Anda untuk memberikan penerangan yang optimal pada hunian. Dengan penerangan yang pas, dapatkan hunian yang nyaman dan sesuai fungsinya.

Faktor yang Mempengaruhi Perhitungan Kebutuhan Lampu pada Ruangan

Faktor yang Mempengaruhi Perhitungan Kebutuhan Lampu pada Ruangan
Faktor yang Mempengaruhi Perhitungan Kebutuhan Lampu pada Ruangan

Mengetahui cara menghitung kebutuhan lampu ruangan merupakan pengetahuan yang cukup penting. Selain bertujuan untuk memberikan pencahayaan yang optimal pada tempat tersebut, Anda juga dapat menampilkan kecantikan interior ruangan dengan bantuan penerangan yang cukup.

Tentunya kita tidak bisa terus mengandalkan pencahayaan alami yang berasal dari sinar matahari, bukan? Saat sore bahkan malam, jelas kita membutuhkan penerangan lampu listrik di dalam rumah. Penerangan yang optimal akan sangat membantu kita melakukan kegiatan saat malam hari.

Nah, untuk mengukur kebutuhan penerangan dari lampu ini juga ada caranya sendiri. Berikut ini beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan saat menghitung kebutuhan lampu di rumah.

1. Ukuran atau Luas Ruangan Rumah

Ukuran ruangan sangat berpengaruh terhadap jumlah lampu yang harus dipasang. Logikanya, ruangan dengan ukuran kecil tentunya tidak membutuhkan lampu yang begitu banyak, bukan?

Namun hal tersebut tidak demikian dengan ruangan yang luas. Hal ini karena kebutuhan pencahayaan yang dibutuhkan akan jauh lebih besar sehingga jumlah lampu yang dibutuhkan juga lebih banyak.

2. Fungsi Ruangan

Fungsi dari sebuah ruangan juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Kita ambil contoh untuk melihat fungsi dari ruang kerja dan gudang misalnya. Kedua ruang ini jelas mempunyai fungsi yang berbeda, bukan?

Untuk gudang kita bisa menggunakan penerangan seperlunya saja. Rasanya cukup saat setiap barang bisa terlihat jelas. Sedangkan untuk ruang kerja tentu dibutuhkan penerangan yang lebih optimal. Fungsinya tentu saja agar memudahkan dan membuat suasana kerja di ruangan tersebut menjadi lebih nyaman.

3. Menyesuaikan Warna Dinding

Warna dinding juga berpengaruh terhadap kebutuhan pencahayaan yang diperlukan. Ruangan dengan warna dinding cerah seperti putih, pastel dan lain sebagainya memberikan kesan terang pada ruangan. Sehingga pencahayaan yang dibutuhkan oleh ruangan dengan tipe tersebut juga lebih sedikit.

Tentu berbeda jika Anda menggunakan warna-warna gelap. Karena mungkin, untuk dapat menampilkan keindahan interiornya, Anda akan membutuhkan lebih banyak pencahayaan.

4. Memilih Bentuk Lampu yang Tepat

Bentuk dan ukuran lampu juga memiliki pengaruh yang sangat penting terhadap pencahayaan suatu ruangan. Bentuk dan desain bola lampu yang digunakan disebut memiliki pengaruh besar terhadap penyebaran cahaya yang dihasilkannya.

Pada umumnya, lampu dengan bentuk bulat memiliki penyebaran cahaya yang lebih merata dibandingkan yang lainnya. Namun untuk alasan estetika, banyak orang yang juga menyukai lampu-lampu dengan desain selain bulat, ya?

5. Tipe Lampu yang Akan Digunakan

Selain factor – faktor diatas, jenis lampu yang digunakan untuk penerangan ruangan juga berpengaruh.

Jenis lampu LED tentunya memiliki pencahayaan yang berbeda dengan jenis lampu halogen atau PL. Oleh karena itu, tipe lampu yang digunakan juga berpengaruh terhadap pencahayaan yang dihasilkannya.

Mengenal Satuan Pencahayaan yang Dibutuhkan Untuk Ruangan

satuan cahaya
satuan cahaya

Sebelum membahas lebih jauh mengenai metode penghitungan pencahayaan untuk lampu, terlebih dahulu kita akan berkenalan dengan satuan cahaya yang biasa digunakan.

Berikut ada 3 satuan cahaya yang bisa kamu ketahui:

1. Candela

Secara bahasa, Candela merupakan satuan cahaya yang besarnya sama dengan pencahayaan yang dihasilkan oleh sebuah lilin. Candela memiliki sifatnya mudah menyebar.

Oleh karenanya, semakin besar penyebaran cahaya, maka semakin besar pula angka yang dihasilkan Candela.

2. Lumen

Lumen adalah salah satu satuan pencahayaan yang berfungsi sebagai parometer besaran cahaya. Dimana dalam prosesnya akan dilihat nilai yang didapatkan dari besarnya cahaya yang dihasilkan oleh sebuah sumber.

Jadi, nilai lumen tidak terpengaruh oleh intensitas cahaya yang bersumber dari arah lainnya. Oleh sebab itu, Lumen sering dicantumkan pada alat penerangan buatan seperti lampu dan lain sebagainya.

3. Lux

Lux juga termasuk satuan yang sering digunakan untuk pencahayaan. Satuan Lux berfungsi untuk menyatakan besaran cahaya yang ada di dalam sebuah ruangan.

Lux biasanya digunakan untuk ukuran standar terhadap tingkat pencahayaan pada suatu ruangan.

Jadi, dalam penghitungannya tidak melihat dari titik sumber cahaya, ya? Melainkan lebih kepada nilai pencahayaan yang diperoleh suatu bidang yang disinari oleh sumber cahaya tersebut.

Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Lampu dalam Ruangan?

Cara Menghitung Kebutuhan Lampu dalam Ruangan
Cara Menghitung Kebutuhan Lampu dalam Ruangan

Untuk memaksimalkan keindahan interior dan fungsi dari sebuah ruangan, tentunya dibutuhkan adanya pencahayaan yang cukup untuk mendukungnya.

Oleh karenanya, Anda perlu mengetahui bagaimana cara menghitung kebutuhan lampu dalam sebuah ruangan.

Seperti yang telah kita ulas di atas, untuk menghitung kebutuhan lampu pada sebuah ruangan. Ada banyak faktor yang perlu menjadi pertimbangan. Diantaranya luas ruangan, fungsinya, hingga jenis lampu yang digunakan.

Menurut SNI, terdapat standar tersendiri untuk nilai Lux yang dibutuhkan oleh setiap ruangan. Standar dan kebutuhan nilai Lux untuk ruangan yang satu dengan yang lainnya tidaklah sama. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat melihatnya pada contoh tabel berikut ini:

Rumus Untuk Menghitung Kebutuhan Lampu

rumus menghitung kebutuhan lampu
rumus menghitung kebutuhan lampu

Untuk memenuhi standar pencahayaan yang baik, tentunya harus didukung pula dengan penempatan lampu yang tepat. Bagaimana standar ideal pencahayaan untuk sebuah ruangan?

Untuk mengetahui jumlah lampu pada suatu ruangan, Anda dapat menggunakan penghitungan dengan metode rumus. Simak rumus menghitung kebutuhan lampu di bawah ini :

N =  E x  L x W / Ø  x LLF  x CU x n

Dimana:

N = jumlah titik lampu

E = kuat penerangan (Lux)

L = panjang ruangan (Length)

W = lebar ruangan (Width)

Ø = besarnya nilai pencahayaan lampu (lumen)

LLF = Light Lost Factor merupakan faktor kerugian cahaya (nilainya adalah 0,7 sampai 0,8)

CU = Coeffesien of Utillization

n = jumlah lampu dalam satu titik

Cara Menghitung Kebutuhan Lampu

Menghitung kebutuhan pencahayaan untuk sebuah ruangan dapat dilakukan dengan mudah. Apalagi setelah mengetahui rumus yang telah kami ulas di atas.

Untuk mengetahui lebih jauh, Anda dapat melihat bagaimana metode penghitungannya. Simak beberapa contoh soal perhitungan lampu seperti dibawah ini:

  1. Jika terdapat sebuah ruangan dengan ukuran panjang 5 meter dan lebarnya adalah 4 meter. Kemudian ruangan tersebut dipasang penerangan menggunakan lampu PL dengan tingkat daya sebanyak 40 watt. Tentukan berapa banyak atau jumlah lampu yang dibutuhkan agar penerangan di ruangan tersebut menjadi lebih optimal?

Diketahui:

  • Standar pencahayaan sebuah ruang kamar adalah 120 – 250 lux. Atau bila di cari nilai tengahnya maka nilai Lux-nya kita ambil yaitu 200 lux.

E = 200 Lux

L = 5 meter

W = 4 meter

  • Nilai lumen (Ø) = 40 watt × 75 lumen = 3000 Ø

Ø = 3000 Ø

  • Nilai koefisien (CU) untuk ruangan adalah sekitar 50-65 %

CU = 50 % atau 0,5

  • Light loss factor biasanya berkisar antara 0,7-0,8 LLF.

LLF = 0,7 LLF

nilai n (jumlah lampu dalam 1 titik) = 1

Maka :

N = E x  L x W / Ø  x LLF  x CU x n

N = 200 lux × 5 meter × 4 meter / 300 lumen × 0,7×0,5

N = 4000/1050

N = 3,8 atau dibulatkan menjadi 4 lampu.

Jadi, untuk menerangi ruangan dengan luas 5 × 4 meter, dibutuhkan lampu PL dengan daya 40 watt sebanyak 4 buah. Bagaimana, sudah siap menghitung kebutuhan lampu untuk ruangan Anda sendiri, sekarang?

  1. Terdapat sebuah ruang tamu yang dibuat dengan ukuran 7 x 4 meter. Pemilik rumah rencanya akan memasang penerangan menggunakan lampu PL dengan besaran daya 18 watt. Coba hitung berapa jumlah lampu yang dibutuhkan untuk menerangi ruangan tersebut?

Diketahui:

E = 150 (diambil dari nilai tengah penerangan untuk ruang tamu yakni 100-300)

L = 7 meter

W = 4 meter

n = 1 buah

LLF = 0,8 (diambil dari nilai LLF 0,7-0,8)

CU = 60 % atau 0,6 (diambil dari nilai CU 50-60%)

Ø = lampu 18 watt memiliki lumen 61 Lm/W

Ø = 18×61 = 1098 lumen

Maka :

N = E x  L x W / Ø  x LLF  x CU x n

N = 150 × 7 × 4 / 1098 × 0,8 × 0,6 × 1

N = 4200 / 570, 96

N = 7, 36 atau dibulatkan menjadi 8 buah lampu.

Jadi, untuk menerangi ruangan dengan ukuran 7×4 meter. Anda perlu menempatkan lampu PL dengan daya 18 watt sebanyak 8 buah.

Tips Memasang Lampu Downlight untuk Ruangan

Tips Memasang Lampu Downlight untuk Ruangan
Tips Memasang Lampu Downlight untuk Ruangan

Lampu downlight LED adalah satu jenis lampu yang difungsikan untuk penerangan ruangan dalam maupun luar rumah. Penggunaannya sangat bervariasi, mulai dari digunakan di kamar tidur, teras rumah, ruang tamu dan lain sebagainya.

Apakah Anda tertarik memasang jenis lampu ini sebagai media penerangan rumah? Jika iya, pastikan Anda menyimak cara menghitung kebutuhan lampu LED terlebih dahulu. Hal ini agar Anda bisa memastikan penyebaran cahaya yang dihasilkan lampu downlight merata.

Hal pertama yang perlu dipastikan adalah jarak titik lampu downlight harus diatur dengan baik.

Nah, bagaimana pemasangan lampu downlight yang ideal? Simak beberapa tips di bawah ini :

  • Pemasangan lampu downlight sebaiknya disesuaikan dengan ketinggian ruangan.
  • Jarak lampu juga seharusnya disesuaikan dengan lebar atau luas ruangan tersebut.
  • Jarak antar lampu setidaknya 1 meter agar tidak terlalu rapat dan cahaya dapat menyebar bisa lebih
  • Pilihlah trim yang sesuai agar membuat ruangan bisa terkesan lebih luas dari ukuran sebenarnya.
  • Buatlah layer pencahayaan, dimana tujuannya adalah agar seluruh ruangan terkena cahaya secara merata.

Kurang lebih seperti itu beberapa tips memasang lampu downlight yang paling mendasar. Selain diterapkan untuk lampu downlight, tips ini juga dapat diterapkan pada jenis-jenis lampu lainnya. Semoga membantu Anda mengatur penerangan optimal di rumah, ya?

Kesimpulan

Bagaimana apakah sekarang Anda sudah mengetahui cara menghitung kebutuhan lampu? Atau justru berpikir apakah menghitung kebutuhan lampu untuk sebuah ruangan perlu dilakukan? Jika melihat dari fungsinya tentu saja perlu, ya?

Tujuannya adalah agar ruangan tersebut mendapatkan penerangan yang maksimal. Selain itu, penerangan yang optimal juga bisa menonjolkan kecantikan interior dari ruangan tersebut. Ruangan menjadi lebih nyaman dan tentunya estetis, bukan?

Untuk mendapatkan pencahayaan yang maksimal, Anda perlu memperhatikan beberapa poin.  Diantaranya seperti luas ruangan, kuat penerangan, besarnya pencahayaan dari sebuah lampu dan lain sebagainya. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, Anda dapat mengetahui berapa banyak lampu yang dibutuhkan untuk sebuah ruangan.

Tinggalkan komentar