Mikroprosesor : Jenis, Fungsi, Bagian, Cara Kerja, Contoh

Sejarah Mikroprosesor sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1972. Perkembangannya terus dilakukan hingga sekarang menggunakan intel core i7 yang semakin canggih dari para pendahulunya. Komponen yang terdapat di dalam komputer atau CPU ini bisa menjalankan program dengan lebih baik.

Namun, ada jenis dan fungsi tersendiri dari komponen mikroprosesor. Meskipun cara kerja dan fungsinya sama namun karakteristik dari masing – masing jenis mikroprosesor sangatlah beragam. Mari ketahui lebih detail pembahasan selengkapnya mengenai mikroprosesor di bawah ini.

Jenis – Jenis Mikroprosesor

Jenis-Jenis Mikroprosesor
Jenis-Jenis Mikroprosesor

Dasar teori mikroprosesor mengikuti konsep hukum moore. Artinya yaitu saat perkembangan komponen CPU akan semakin meningkat, tentu saja harga yang ditawarkan juga akan semakin mahal. Sedangkan beragam jenis mikroprosesor yang beragam ini juga perlu Anda ketahui.

Mari kita simak penjelasan mengenai jenis-jenis mikroprosesor di bawah ini:

  1. Mikroprosesor Jenis 4 Bit Oleh Intel

Seperti namanya, Mikroprosesor jenis 4 bit merupakan jenis komponen yang memiliki memori sebanyak 4 bit saja. Bisa dikatakan bahwa kapasitas dari mikroprosesor jenis ini tergolong minim. Untuk pertama kalinya komponen minim ini pun dikeluarkan oleh perusahaan ternama Intel. Alamat lokasi pada jenis ini hanya 4096.

Teknologi yang digunakan juga merupakan P-Channel MOSFET. Nah penerapan komponen ini terdapat pada beragam jenis kalkulator dan permainan video.

  1. Mikroprosesor Jenis 8 Bit Oleh Intel

Mikroprosesor jenis 8 bit merupakan jenis komponen Intel 8008, Intel 8080, dan Intel 8085. Hal ini karena penjualan dari mikroprosesor 4 bit sangat meningkat, maka dimunculkanlah generasi terbarunya. Dengan kapasitas yang lebih lega, tentu saja mikroprosesor jenis 8 bit ini tidak kalah diburu oleh para penggunanya.

  1. Mikroprosesor Jenis 16 Bit

Mikroprosesor jenis ini merupakan pengembangan dari produk pendahulunya. Yakni mikroprosesor dengan jenis 8 bit yang diproduksi oleh perusahaan Intel. Mikroprosesor 16 bit ini bisa dijumpai di dalam komponen Intel 8086, Intel 8088, dan Intel 80286.

  1. Mikroprosesor Jenis 32 Bit

Sesuai namanya, mikroprosesor jenis 32 bit ini memiliki memori dan data bus 32 bit. Menurut catatan, komponen mikroprosesor jenis ini sudah mulai dikembangkan pada Intel 80386 tahun 1986. Sedangkan untuk Intel 80486 – 80387 mempunyai 8 KB sistem memori cache.

  1. Mikroprosesor Jenis 64 Bit Oleh Intel

Mikroprosesor jenis 64 bit ini sudah pada tahap pentium. Hal ini karena di dalamnya sudah menggunakan teknologi superscalar. Artinya, komponen ini mempunyai dua mikroprosesor yang menjalankan perintah secara cepat. Jenis ini dikembangkan dan dipasarkan pada tahun 1993.

Fungsi Mikroprosesor

Fungsi Mikroprosesor
Fungsi Mikroprosesor

Setiap komponen di dalam komputer mempunyai fungsi dan tujuan tertentu. Salah satu fungsi mikroprosesor yang paling utama yakni untuk mengatur seluruh proses sistem.

Tidak hanya itu saja, berikut ini beberapa fungsi dasar dari komponen mikroprosesor yang penting untuk diketahui :

  1. Mikroprosesor bertugas menjalankan proses operasi logika dan aritmatika.
  2. Memberikan sinyal ketika mulai terjadi interupsi.
  3. Memberikan perintah yang muncul dari memori sistem.
  4. Memberikan waktu siklus kerja mikroprosesor.
  5. Menyimpan atau mengembalikan data pada memori yang tersedia.

Beragam fungsi di atas akan menjalankan perintah dari program komputer sesuai komponen tambahan. Jadi intinya Anda bisa melihat kapasitas mikroprosesor sesuai kebutuhan kerja masing – masing, ya?

Macam-macam Mikroprosesor

Sebenarnya ada perbedaan antara jenis dan macam mikroprosesor. Karena macam-macam ini merupakan pelengkap bagian mikroprosesor. Lalu, mikroprosesor terdiri atas apa saja, ya? Mari langsung saja kita simak ulasan detailnya berikut ini.

  1. Sistem Unit Mikroprosesor
Sistem Unit Mikroprosesor
Sistem Unit Mikroprosesor

Sistem ini bernama CPU yang mana merupakan perangkat utama untuk mengolah data komputer. Perangkat ini juga ternyata mempunyai beragam komponen kecil lainnya. Komponen tambahan yang terpasang yakni mulai dari control unit, arithmatic logic unit, dan register unit.

  1. Read Only Memory
Read Only Memory
Read Only Memory

Sistem ini sering disingkat ROM. Yang mana komponen ini merupakan pusat dari memori program. Sifatnya juga terbilang sangat permanen. Dimana setiap tipe komputer memiliki kapasitas ROM yang berbeda. Semakin canggih tipenya, umumnya kapasitas ROM nya juga semakin lega.

  1. Perangkat Random Access Memory
Perangkat Random Access Memory
Perangkat Random Access Memory

Perangkat RAM fungsinya yakni untuk menyimpan data tertentu. Semakin besar kapasitas RAM atau memori, maka, Anda bisa menyimpan data lebih banyak. Sedangkan sifat instruktur program hanya sementara. Lalu akses untuk perangkat ini lebih bersifat random.

  1. Perangkat Unit Input atau Output

Unit I/O (input – output) ini termasuk sistem bus. Dimana sistem ini mempunyai tiga saluran utama. Contohnya saja yakni saluran data, alamat dan kontrol. Cara kerjanya yakni jika sistem bus setuju data yang masuk, maka data akan dipindahkan ke modul.

Gambaran BagianBagian dari Mikroprosesor

Bagian-bagian mikroprosesor tidak hanya terdiri dari satu jenis saja. Setidaknya terdapat 6 bagian komponen mikroprosesor yang paling umum. Penting juga untuk Anda ketahui mengingat beberapa komponen tersebut merupakan komponen paling penting agar mikroprosesor bisa berjalan sebagaimana mestinya.

  1. Ukuran data bus internal untuk menginformasikan jumlah bit yang mampu ditransfer.
  2. Ukuran data bus eksternal untuk proses transfer data yang ada pada komponen bagian luar
  3. Ukuran alamat memori agar jumlah alamat memori mikroprosesor juga bisa diketahui secara pasti.
  4. Kecepatan clock untuk mengatur proses kerja dari komponen
  5. Fitur spesial untuk multimedia dan aplikasi lainnya.
  6. Proses pada data utama.

Setiap bagian ini akan menyambung pada saluran pada mikroprosesor. Dan pada akhirnya bisa mengoptimalkan fungsi utama dari komponen mikroprosesor itu sendiri.

Saluran Mikroprosesor

Mikroprosesor ternyata memiliki beragam jenis saluran. Sedangkan setiap  Saluran saluran mikroprosesor ini juga memiliki fungsi dasar yang juga beragam. Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai jenis dan fungsi dari setiap saluran yang terdapat pada komponen mikroprosesor :

  1. Saluran Alamat atau Address Bus

Saluran ini menentukan alamat memori (input/output/I/O interface) untuk sistem. Secara otomatis, saluran akan menentukan jumlah besarnya memori. Dimana saluran ini mempunyai komponen kecil yaitu memory address dan I/O address.

Memori address lebih berfungsi untuk proses pengaturan  dan menyambungkan ke perangkat pendukung lainnya. Hal ini berbeda dengan I/O address untuk menyangga data (buffer). Fungsi lainnya yaitu memasukkan dan mengeluarkan alamat memori. Ditambah, saluran ini merupakan 00-FF dalam kode hexadesimal.

  1. Saluran Data Bus

Saluran data bus berfungsi untuk mengirim dan menerima data dari memori, I/O (input – output) dan CPU. Artinya, prosesnya dilakukan secara dua arah. Sambungan dari saluran ini menggunakan system paralel. Itulah mengapa saluran data bus sering disebut dengan istilah bidirectional.

  1. Saluran Kendali Bus

Saluran kendali bus berfungsi mengendalikan komponen data pendukung sistem. Ada dua jenis saluran ini dengan masing-masing tugas berbeda. Pertama, saluran kendali untuk data langsung masuk ke perangkat pendukung. Kedua, mengendalikan data dari luar mikroprosesor untuk masuk ke perangkat pendukung.

Bagaimana Cara Kerja Mikroprosesor?

Cara Kerja Mikroprosesor
Cara Kerja Mikroprosesor

Cara kerja mikroprosesor sebenarnya sangatlah sederhana, yaitu:

  • Pertama, yakni proses mengambil data.
  • Kedua, decode atau membaca kata sandi data.
  • Lalu tahapan ketiga yakni execute atau menjalankan perintah dari data.

Sedangkan unit memory memberikan instruksi (sequental order) – diterjemahkan mikroprosesor – berhenti (stop). Hasil biner atau binary dikirim ke dalam port output. Unit memory memberikan komunikasi mikroprosesor. Unit I/O menggunakan saluran (Bus) apalagi ketika menambahkan prototype mikroprosesor.

Prototype mikroprosesor merupakan rancangan yang menjalankan program di dalam komputer. Anda pun perlu menggunakan rancangan pengujian dan mengamati hasil akhirnya. Hasil ini akan bisa digunakan untuk membuat program baru yang berbasis data. Terlebih, prototype mampu menjalankan program di jaringan lokal dan jaringan internet.

Contoh Penerapan Mikroprosesor

Contoh mikroprosesor dalam perangkat komputer ada 4 sampel yang bisa diangkat, yaitu:

  1. Plastic Gull Wing Quad Flat Package (TQFP),
  2. Plastic Dual Inline Package (PDIP),
  3. Plastic Gull wing Small Outline (SOIC),
  4. Plastic J-Lieded Chip Carrier (PLCC).

Tidak hanya itu saja, terdapat juga contoh alat kerja yang menggunakan mikroprosesor untuk kehidupan sehari-hari. Misalnya saja komputer, laptop, macbook, iPad, kalkulator, dan alat digital ataupun elektronik lainnya.

Kesimpulan

Demikian pembahasan mengenai mikroprosesor yang bisa Anda pelajari. Mulai dari pembahasan jenis hingga contoh untuk kehidupan sehari-hari bisa dibaca hingga tuntas. Kesimpulannya, mikroprosesor sangat penting untuk menjalankan program dan perintah pada komputer ataupun perangkat lainnya.

Tinggalkan komentar