Macam-Macam Beban Listrik : Resistif, Induktif, Kapasitif

Dalam pembahasan kali ini, kita akan berkenalan dengan beragam jenis beban listrik lengkap mulai dari pengertian, rumus, hingga contoh alat-alat listrik pada setiap jenisnya.

Pada umumnya, beban pada sebuah instalasi listrik dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

  1. Beban resistif,
  2. Beban induktif,
  3. Beban kapasitif.
Jenis-Jenis Beban Listrik
Jenis-Jenis Beban Listrik

Apa saja perbedaannya? Mari simak selengkapnya dalam uraian berikut ini!

1. Beban Resistif

Beban resistif adalah sebuah peralatan listrik yang didalamnya terdapat komponen yang bekerja dengan sistem resistansi.

Jadi, jenis beban ini hanya mengonsumsi daya aktif. Beban resistif tidak akan mengakibatkan perubahan pada faktor daya, sehingga memiliki nilai cos phi yang tetap.

Beban Resistif

Adapun rumus daya pada beban resistif yaitu:

P = V x I

Keterangan :

P : Power / Daya (Watt)

V : Voltage / Tegangan (Volt)

I : Intensity / Arus (Ampere)

Untuk contoh penggunaannya sendiri bisa kita temukan pada peralatan listrik sehari-hari. Terutama peralatan yang memakai sistem beban resistif.

Diantara contoh alat-alat listrik dari beban resistif seperti :

  1. Setrika,
  2. Solder listrik,
  3. Mesin penanak nasi,
  4. Lampu dan lainnya.

Mudahnya bisa dikenali dari peralatan yang beroperasi dengan menggunakan elemen pemanas.

2. Beban Induktif

Beban induktif adalah alat listrik yang menggunakan beban induktif biasanya beroperasi dengan prinsip kerja induksi. Tidak hanya itu saja, alat listrik yang menggunakan beban induktif juga memakai kawat penghantar.

Umumnya kawat ini dililitkan pada bagian inti kumparan untuk menghambat laju arus pada rangkaian instalasi listrik.

Karakteristik lain dari alat yang menggunakan beban induktif yakni adanya daya harmonik yang dihasilkan. Daya ini nantinya bisa menyerap daya aktif sekaligus daya reaktif dalam rangkaian.

Akhirnya daya cosphi pada rangkaian listrik tersebut juga akan mengalami penurunan.

Beban Induktif

Maka, rumus untuk beban Induktif listrik 1 Phase yakni :

P = V x I x Cos phi

Keterangan :

P : Power / Daya (Watt)
V : Voltage / Tegangan (Volt)
I : Intensity / Arus (Ampere)
Cos phi (Faktor daya) nilai <1

Adapun rumus daya untuk Listrik Arus bolak balik 3 Phase yaitu :

P = V x I x Cos phi x akar3

Keterangan :

P : Power atau Daya (Watt)
V : Voltage atau Tegangan (Volt)
I : Intensity atau Arus (Ampere)
Cos phi (Faktor daya) nilai <1

Contoh aplikasi beban induktif dalam peralatan listrik bisa ditemui pada :

  1. Mesin las listrik,
  2. Lampu hemat energi,
  3. Trafo dan sejenisnya.

Ciri utamanya yaitu alat-alat yang bekerja dengan sistem induksi dalam rangkaiannya.

3. Beban Kapasitif

Beban kapasitif adalah alat-alat listrik yang bekerja dengan beban kapasitif biasanya memiliki kemampuan kapasitansi. Nah, apa itu kapasitansi?

Bisa dikatakan kapasitansi yakni tingkat kemampuan penyerapan energi listrik sementara. Jadi nantinya daya aktif akan diserap dan sebaliknya daya reaktif ini akan dihilangkan.

Beban Kapasitif

Maka, rumus untuk beban kapasitif listrik 1 Phase adalah :

P = V x I x Cos phi

Keterangan :

P : Power / Daya (Watt)
V : Voltage / Tegangan (Volt)
I : Intensity / Arus (Ampere)
Cos phi (Faktor daya) nilai <1

Adapun rumus daya untuk Listrik Arus bolak balik 3 Phase yaitu :

P = V x I x Cos phi x akar3

Keterangan :

P : Power atau Daya (Watt)
V : Voltage atau Tegangan (Volt)
I : Intensity atau Arus (Ampere)
Cos phi (Faktor daya) nilai <1

Sehingga alat-alat yang berkerja dengan sistem ini memang biasanya digunakan untuk memperbaiki faktor daya.

Namun tentunya dalam kapasitas tertentu, justru alat yang beroperasi dengan beban kapasitif juga berfungsi untuk memperkecil nilai cosphi.

Contoh alat listrik yang bekerja dengan sistem beban kapasitif adalah kapasitor.

Nah, setelah kita bahas lengkap tentang jenis-jenis beban listrik mulai dariĀ  pengertian, rumus hingga contoh-contoh alat listrik tersebut. Kami berharap kamu bisa memahami tentang perbedaan dari masing-masing jenis beban listrik tersebut.

Tinggalkan komentar