Panduan Pemasangan Instalasi Listrik Rumah Sederhana

Anda sedang mempunyai hunian atau bangunan baru sekarang ini? Tentu saja urusan instalasi penerangannya perlu diperhatikan. Instalasi listrik rumah yang benar akan membuat hunian aman dan nyaman.

Instalasi listrik yang sesuai standar lebih menjamin dari segi keamanan serta terhindar resiko berbahaya lainnya. Misalnya saja eperti terjadinya konsleting, kebocoran arus listrik, kebakaran dan lain resiko sejenisnya.

Lalu bagaimana cara instalasi listrik rumah yang baik dan benar? Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai apa itu instalasi listrik dan juga cara dan tips pemasangannya. Jadi, jangan lewatkan informasinya selengkapnya di bawah ini.

Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan Untuk Memasang Instalasi Listrik Rumah?

Instalasi Listrik
Instalasi Listrik

Sebelum melakukan instalasi listrik rumah, tentu Anda perlu melakukan persiapan yang matang sebelumnya. Mulai dari perlengkapan atau kebutuhan hingga urusan biaya instalasi listrik rumah. Tujuannya adalah agar seluruh prosesnya dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus sebelum melakukan pemasangan instalasi listrik rumah tangga. Apa saja? Simak selengkapnya berikut ini:

1. Menghitung Ukuran atau Luas Bangunan

Ukuran bangunan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan pada saat Anda memasang instalasi listrik. Luas area hunian ini setidaknya bisa memberikan gambaran mengenai kebutuhan material yang dibutuhkan nantinya.

Contohnya saja untuk menghitung panjang kabel listrik yang dibutuhkan. Selain itu jumlah saklar, fiting dan lampu juga bisa sekaligus diperhitungkan dengan jelas. Tentunya Anda bisa lebih leluasa mengalokasikan anggaran belanja untuk kebutuhan instalasi dengan lebih bijak. Tidak kurang maupun meninggalkan lebihan peralatan terlalu banyak.

2. Mengetahui Denah Ruangan di Rumah

Jumlah ruangan yang ada di rumah juga penting untuk menjadi pertimbangan. Pasalnya setiap ruangan membutuhkan material yang berbeda terkait lampu, fiting, kabel ataupun stop kontak.

Dengan mengetahui denah rumah, Anda juga lebih mudah menentukan skema instalasi listrik rumah. Misalnya dimana akan menempatkan lampu, sekring, ataupun sakelar dan stop kontak.

Selain itu, Anda juga dapat meminimalisir kesalahan pemasangan dalam instalasi. Hal ini karena skemanya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.

3. Daya Listrik yang Dibutuhkan

Sebelum memutuskan untuk membuat instalasi listrik rumah, Anda sebaiknya juga sudah menentukan berapa besaran daya listrik yang diperlukan. Misalnya saja disesuaikan dengan kebutuhan sehari – hari maupun kondisi hunian. Terutama untuk Anda yang mempunyai hunian tingkat, ya?

Cara memasang instalasi listrik rumah bertingkat tentu saja berbeda dengan yang tidak bertingkat. Demikian juga dengan rumah dengan ukuran yang luas, daya yang dibutuhkan tentu saja lebih banyak. Dengan memperkirakan kemungkinan-kemungkinan tersebut, Anda jadi dapat memperkirakan berapa daya yang dibutuhkan untuk bangunan itu.

Dengan demikian, Anda juga dapat memperkirakan berapa ukuran MCB yang dibutuhkan nantinya. Jika memang membutuhkan skala yang besar, Anda juga bisa membuat instalasi listrik rumah 2 MCB atau lebih. Baca juga: cara memasang MCB tambahan di rumah.

Dengan membagi instalasi menjadi beberapa papan hubung, maka apabila terjadi kerusakan akan lebih mudah untuk diperbaiki. Selain itu, apabila terjadi kerusakan atau konsleting juga mudah untuk dideteksi. Selain itu, dapat pula dihindarkan dari kerusakan yang menjalar ke seluruh jaringan.

4. Menyiapkan Material yang Dibutuhkan

Rincian biaya juga tidak kalah penting untuk disiapkan pada saat akan memasang instalasi listrik. Biaya yang dikeluarkan erat kaitannya dengan material apa saja yang dibutuhkan dalam prosesnya.

Setelah mengetahui luas bangunan, serta komponen dan alat listrik apa saja yang perlu dipersiapkan, selanjutnya Anda hanya tinggal mempersiapkan beragam material yang dibutuhkan. Agar proses pemasangan instalasi listrik menjadi lebih mudah, Anda juga bisa melakukan konsultasi pada jasa terkait. Ini tentu sangat membantu untuk Anda yang awam seputar instalasi listrik.

Cara Pemasangan Instalasi Listrik Rumah Tangga

instalasi listrik rumah tangga
instalasi listrik rumah tangga

Memasang rangkaian listrik sebenarnya tidak hanya dapat dilakukan oleh profesional saja. Karena memasang instalasi listrik rumah sederhana juga dapat Anda pelajari dan terapkan sendiri di rumah. Jika ingin lebih hemat misalnya. Anda tentu bisa menangani urusan instalasi listrik ini sendiri.

Namun meskipun dapat dipelajari, sebaiknya pemasangan instalasi juga harus disesuaikan dengan standar PLN. Nah, kira-kira apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pemasangan rangkaian listrik?

1. Membobok Dinding

Tahapan pertama yang perlu Anda lakukan yakni membobok dinding. Ini nantinya akan difungsikan sebagai media pasang instalasi listrik. Anda membutuhkan wadah untuk tempat saklar dan stop kontak.

Jika telah mempersiapkan gambar instalasi listrik rumah, sebaiknya Anda juga mulai merancang skema penempatan untuk saklar dan stop kontak. Setelah itu, Anda dapat langsung melakukan pembobokan pada dinding sesuai kebutuhan.

2. Membuat Jalur Kabel

Sudah selesai membobok dinding rumah, Anda? Selanjutnya buatlah jalur kabel dengan cara melubangi dinding di area yang dibutuhkan. Sebagai referensi, pemasangan jalur kabel ini biasanya dibuat di dekat plafon rumah.

Dalam prosesnya, Anda bisa menyiapkan pipa jenis 5/8 PVC untuk wadah kabel. Pipa ini berfungsi sebagai pelindung yang membantu mengamankan kabel dari kerusakan. Seperti yang kita ketahui, kerusakan pada kabel ini sering memicu adanya resiko tersengat dan lainnya.

3. Pemasangan Box MCB Atau ELCB

MCB atau ELCB sangat disarankan untuk dipasang pada instalasi listrik. Fungsinya adalah untuk pelindung apabila terjadi konsleting atau kebocoran pada jaringan listrik tersebut.

Pada pemasangan MCB atau ELCB, sebaiknya diletakkan dengan posisi yang dekat sumber listrik utama. Penempatan MCB atau ELCB yang dekat dengan sumber listrik bukan tanpa alas an, ya? Tujuannya yakni supaya pemasangan kabel bisa dilakukan dengan lebih mudah.

4. Memasang Kabel Jalur Utama

Dalam hal skema instalasi listrik rumah, Anda harus memperhatikan pemasangan kabel jalur utama. Berikut ini beberapa hal yang tidak boleh Anda lewatkan demi kelancaran pemasangannya nanti:

  • Pastikan Anda menggunakan kabel yang sesuai standar, yakni harus lengkap dan dipasang sesuai instruksi. Misalnya 3 jenis kabel yang digunakan yaitu kabel merah (+) atau yang dikenal dengan kabel phase. Dan kabel biru (-) atau kabel netral dan juga kabel arde yang berwarna kuning-hijau.
  • Pasang kabel dari jalur utama, yaitu dari MCB atau ELCB.
  • Kemudian, sambungan kabel dari jalur utama pada stop kontak, lampu, fiting sesuai dengan kebutuhan.

5. Menghubungkan Kabel Sesuai Kebutuhan

Seperti yang sudah kita bahas di atas, kabel dari jalur utama selanjutnya akan dihubungkan pada titik-titik tertentu sesuai kebutuhan. Misalnya menyambung kabel listrik dengan saklar, stop kontak, lampu, dan lain sebagainya.

Agar tidak berantakan, Anda dapat menggunakan wire nut atau kotak embodus. Penggunaan perangkat ini akan membuat sambutan antar kabel menjadi lebih tertata rapi. Tidak hanya soal rapi, penggunaan wire nut juga menjadi salah satu poin keamanan pemasangan instalasi listrik.

6. Finishing

Tahap terakhir dalam proses pemasangan instalasi listrik rumah adalah tahap finishing. Pada tahap ini, Anda hanya perlu merapikan bagian-bagian yang perlu mendapatkan sentuhan tambahan.

Misalnya memasang saklar, stop kontak serta jaringan kabel sesuai tempatnya. Kemudian sebagai pamungkas, tutup kembali jalur kabel dengan semen agar tembok menjadi terlihat lebih rapi. Agar lebih rapi, jangan lupa gunakan cat sebagai yang serupa dengan dinding di area sekitar, ya?

Beragam Tips Agar Instalasi Rumah Aman Dari Resiko Konsleting Listrik

gambar instalasi listrik rumah
gambar instalasi listrik rumah

Pemasangan instalasi listrik memang tidak hanya dapat dilakukan oleh profesional saja. Hal ini karena jika Anda mengetahui pedoman pemasangan instalasi, ilmu tersebut juga dapat dipraktekkan sesuai kebutuhan.

Namun, ketika memutuskan untuk memasang instalasi listrik rumah sendiri, pastikan Anda juga melakukannya sesuai prosedur. Sehingga resiko dan dampak berbahaya akibat pemasangan listrik yang salah pun dapat dihindarkan.

Nah apa saja yang perlu Anda pelajari sebelum benar – benar memasang instalasi listrik? Berikut ini tips mendasar agar instalasi listrik rumah Anda terhindar dari resiko konsleting.

1. Menggunakan Kabel Berstandar SNI

Untuk menjaga keamanan dari instalasi listrik di rumah, penggunaan material yang berkualitas sangat disarankan. Salah satunya adalah dengan penggunaan kabel dengan standar SNI (Standar Nasional Indonesia. Anda bisa mencari informasi spesifikasi kabel dengan standar SNI yang paling sesuai dengan kebutuhan hunian.

Kabel berstandar SNI tidak hanya terjamin aman, tetapi juga tidak mudah terkelupas ataupun terkikis. Untuk meminimalisir dampak berbahaya akibat aliran arus listrik, Anda juga dapat membungkus kabel instalasi dengan pipa yang lentur sebagai perlindungan tambahan.

2. Membagi Jalur Instalasi Listrik

Tips selanjutnya yang dapat Anda terapkan untuk menjaga keamanan instalasi listrik adalah dengan membagi jalurnya. Maksudnya ialah membuat beberapa jalur instalasi listrik meskipun ada di dalam satu hunian. Karena apabila ada konsleting atau kerusakan, akan lebih mudah untuk ditangani serta tidak berpotensi mengenai serta menjalar pada jaringan yang lainnya. Dalam hal ini tentu saja keamanan menjadi pertimbangan utamanya.

3. Menggunakan Jalur Tersendiri Bagi Perangkat Berdaya Besar

Yang perlu Anda garis bawahi, beberapa perangkat elektronik berdaya besar membutuhkan jalur instalasi sendiri. Misalnya saja peralatan listrik seperti heater, AC, mesin pompa air dan sejenisnya. Hal ini karena perangkat berdaya besar dapat membuat tegangan listrik menjadi tidak stabil karena kelebihan beban.

Tujuannya apabila menggunakan jalur tersendiri maka akan meminimalisir terjadinya hal tersebut. Pembagian jalur arus listrik juga akan membuat kabel menjadi lebih awet. Hal ini karena beban arus listrik yang tidak berlebihan, maka  kabel pun tidak mudah rusak.

4. Melakukan Grounding Pada Instalasi Listrik

Pemasangan grounding atau arde juga penting untuk dipertimbangkan. Meskipun untuk kebutuhan hunian sekalipun, tidak ada jaminan Anda bisa terhindar dari resiko kebocoran arus listrik. Nah pemasangan Arde atau grounding ini bisa melindungi listrik dari kebocoran arus.

Tidak hanya itu saja, pemasangan Grounding juga dapat menghindarkan listrik dari resiko besar lainnya. Misalnya saja terkena sambaran petir, konsleting, tersengat aliran listrik dan lain sebagainya. Untuk pemasangan grounding pastikan Anda memasangnya di area yang aman sesuai prosedur, ya?

5. Mengecek Kualitas Instalasi Secara Berkala

Setelah melakukan pemasangan instalasi listrik rumah tangga, Anda juga perlu melakukan pengecekan secara berkala. Setelah pemakaian selama beberapa waktu, pastinya akan ditemukan beberapa kerusakan.

Misalnya terjadi kerusakan pada kabel ataupun jenis perangkat lainnya. Maka Anda dapat langsung menggantinya dengan peralatan yang baru. Dengan pengecekan secara berkala, instalasi juga dapat terhindar dari berbagai masalah karena selalu terkontrol sehingga selalu dalam keadaan baik.

Kesimpulan :

Bagaimana, ternyata memasang instalasi listrik rumah bisa Anda lakukan sendiri tanpa bantuan jasa profesional, ya? Asalkan dipelajari betul tahapan pemasangannya, Anda juga bisa memasang instalasi sendiri. Anda bisa lebih leluasa memasang instalasi sesuai dengan kebutuhan hunian. Tentu saja lebih hemat biaya karena Anda kerjakan sendiri tanpa harus membayar biaya jasa profesional.

Namun Anda tentu butuh lebih banyak pikiran dan tenaga untuk melakukan itu semua. Terlebih jika Anda masih awan dalam bidang kelistrikan. Mempelajari standar yang aman untuk pemasangan instalasi listrik untuk kebutuhan hunian harus dikuasai betul. Tentu saja demi keamanan dan kenyamanan Anda dan keluarga nantinya.

Leave a Comment