Cara Perhitungan Kapasitor Bank Beserta Rumus dan Tabel

Lagi bingung tentang bgaiamana cara menghitung kapasitor bank? Yuk kita bahas bersama mulai dari pengertian, fungsi, jenis dan cara perhitungan kapasitor bank.

Apakah Anda sekarang ini berkecimpung dunia kelistrikan? Tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah kapasitor bank. Secara singkat, kapasitor bank merupakan kumpulan kapasitor yang dihubungkan antara satu dengan yang lainnya. Baik dalam bentuk rangkaian seri maupun paralel.

Meskipun pengertian kapasitor bank cukup sederhana, banyak juga yang belum benar-benar bisa memahaminya. Contohnya saja untuk urusan perhitungan kapasitor bank.

Nah oleh karena itu, mari kita ulas lebih lengkap mengenai apa pengertian kapasitor bank? fungsi dari kapasitor bank? serta bagaimana cara menghitung kapasitor bank? Oke, langsung saja simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Kapasitor Bank

perhitungan kapasitor bank
perhitungan kapasitor bank

Kapasitor bank merupakan kumpulan dari beberapa kapasitor yang dihubungkan menjadi satu bagian. Dimana dalam pemasangannya, ada yang menggunakan rangkaian seri ataupun paralel. Tentu menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, ya?

Fungsi Kapasitor Bank

Secara umum, fungsi dari kapasitor bank adalah untuk menyimpan energi listrik. Selain itu, kapasitor bank juga difungsikan sebagai penyeimbang muatan induktif. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini fungsi dari kapasitor bank yang perlu Anda ketahui:

  • Kapasitor bank dapat memperbaiki faktor daya pada jaringan.
  • Pemasangan kapasitor bank membantu menjaga stabilitas tegangan.
  • Membantu menghemat tagihan listrik karana dapat menghapus denda akibat timbulnya daya reaktif.
  • Memperpanjang umur pemakaian peralatan listrik.
  • Memaksimalkan daya dan tegangan listrik.
  • Menjaga instalasi dari kelebihan beban dan lain sebagainya.

Mengapa Harus Mengetahui Perhitungan Kapasitor Bank?

Pada umumnya, kapasitor bank digunakan untuk pemakaian skala besar. Seperti pabrik ataupun berbagai industri yang lainnnya. Perangkat tersebut memang jarang ditemukan pada pemakaian skala kecil, seperti perumahan. Mengapa demikian?

Ternyata bukan tanpa alasan. Pada umumnya selain kWh, pihak PLN juga menerapkan penambahan biaya untuk pemakaian daya listrik dengan KVar (Kilo Volt Ampere Reactive). Pada pelanggan dengan pemakaian listrik skala kecil, biasanya tidak akan dikenakan denda untuk KVar.

Namun berbeda dengan industri atau pabrik yang memang menggunakan listrik dengan daya yang besar. Karena secara otomatis, PLN akan mengenai mereka dengan dua biaya. Yakni pemakaian kWh dan juga KVarh (Kilo Volt Ampere Reactive per Hours).

Nah, untuk tujuan penghematan, biasanya berbagai industri mengakalinya dengan memasang kapasitor bank. Dengan pemasangan kapasitor bank, diharapkan dapat menekan biaya KVarh. Sehingga menjadi mengecil atau bahkan hilang (0). Bagaimana cara perhitungan besar pemakaian kapasitor untuk menghilangkan biaya KVarh?

Untuk dapat mengetahui perhitungan kapasitor bank, Anda dapat menggunakan rumus berikut ini:

rumus menghitung kebutuhan kapasitor bank dan contohnya

Baca juga artikel terkait dengan :

Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Kapasitor Bank?

Untuk menghitung kapasitor bank, Anda dapat menggunakan beberapa cara. Selain menghitung secara konvensional dan menggunakan rumus. Penghitungan juga dapat dilakukan menggunakan tabel. Berikut beberapa contoh perhitungan kapasitor bank yang umum digunakan:

  • Menghitung Kapasitor Bank Menggunakan Tabel

Selain menggunakan rumus, Anda juga dapat menggunakan tabel khusus untuk menghitung jumlah kapasitor yang dibutuhkan.  Simak contoh tabel perhitungan kapasitor bank berikut ini:

tabel perhitungan kapasitor bank
tabel perhitungan kapasitor bank

C/k merupakan input perbandingan antara besarnya kapasitor yang dipakai dengan CT yang digunakan. Pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa kapasitor yang digunakan adalah 20 KVar. Kemudian untuk tingkat CT adalah 300A/5 A. Jadi setting yang harus melakukan input untuk C/k adalah 0, 14.

  • Contoh Perhitungan Kapasitor Bank

Bagi Anda yang biasa berkecimpung didunia kelistrikan, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah listrik 1 phase ataupun 3 phase. Secara singkat, listrik 1 phase merupakan jaringan listrik yang hanyalah menggunakan 2 kawat penghantar (phase).

Sedangkan listrik 3 phase merupakan jaringan yang menggunakan 3 kawat phase. Karena jaringan listrik 1 phase biasa diterapkan di perumahan atau pemakaian skala kecil. Maka perhitungan kapasitor bank 1 phase jarang ditemukan.

Oleh sebab itu, kali ini kita akan membahas mengenai perhitungan kapasitor bank 3 phase. Untuk menghitung kebutuhan kapasitor bank, Anda dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

Qc = Q1-Q2

Dimana:

Qc = Daya reaktif kapasitor bank yang dibutuhkan

Q1 = Daya Reaktif sebelum diperbaiki.

Q2 = Daya reaktif yang akan dicapai.

Untuk lebih jelasnya, simak contoh soal berikut ini:

  • Contoh Soal Untuk Perhitungan Kapasitor Bank Pada Listrik 3 Phase

Jika sebuah pabrik menggunakan daya sebesar 1000 KVA. Kemudian pada saat pabrik beroperasi maksimal, pabrik tersebut memiliki beban chospi sebesar 0,75. Lalu berapa kebutuhan kapasitor bank yang diperlukan untuk mencapai faktor daya 0, 95?

Untuk menjawab soal ini, terlebih dahulu kita akan menghitung besarnya daya reaktif sebelum perbaikan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Diketahui:

Daya terpasang (S): 1000 KVA.

Daya aktif (P) : 0,75 × 1000 KVA = 750 KW.

Ditanya : Daya reaktif awal (Q1) adalah…?

Q1 = √S² – P²

Q1 = √1000²-750²

Q1 = √437.500

Q1 = 661, 4 KVar

Setelah mengetahui besarnya daya reaktif. Selanjutnya kita akan menghitung kapasitor bank yang dibutuhkan oleh pabrik tersebut. Untuk dapat menghitung jumlah kapasitor bank yang dibutuhkan, terlebih dahulu kita harus mencari faktor daya yang ingin dicapai (Q2). Misalnya ingin memperbaiki dari yang semula 0,75  menjadi 0,95. Maka langkah penghitungannya adalah sebagai berikut:

Diketahui:

P = 750 kW

S = 750 KW/0,95 = 789,4 KVA

 

Q2 =  √S² – P²

Q2 = √789,4² – 750²

Q2 = √623.152,36 – 562.500 = √60.652,36

Q2 = 246,2 KVar.

Untuk menghitung kebutuhan kapasitor bank, Anda dapat menggunakan rumus berikut ini:

Qc = Q1 – Q2

Qc = 661, 4 -246,2

Qc = 415, 2 KVAr

Jadi dapat disimpulkan, bahwa untuk sebuah instalasi listrik dengan daya semu 1000 KVA. Serta mengubah faktor chospi yang tadinya 0, 75 menjadi 0,95 dibutuhkan kapasitor bank dengan nilai 415, 2 KVAr. Jadi, apabila Anda menggunakan kapasitor bank dengan nilai 50 KVAr. Maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dibutuhkan sebanyak kurang lebih 9 buah kapasitor bank.

Kesimpulan

Bisa disimpulkan bahwa kapasitor bank ini adalah kumpulan dari beragam kapasitor yang disatukan. Nah untuk penyusunannya sendiri bisa memakai rangkaian seri maupun paralel. Untuk contoh aplikatifnya sendiri umumnya baru diterapkan pada instalasi listrik skala besar. Misalnya saja di pabrik atau industri besar sejenisnya.

Kapasitor bank ini juga berfungsi untuk mengurangi tagihan listrik, meningkatkan daya, hingga mengurangi lonjakan arus listrik. Untuk melakukan perhitungan kapasitor bank yang dibutuhkan pada sebuah jaringan, Anda perlu mengetahui besarnya daya reaktif saat ini. Setelah itu kemudian menguranginya dengan daya reaktif yang ingin dicapai. Dengan demikian, maka daya reaktif yang dibutuhkan untuk pemasangan kapasitor dapat ditemukan.

Bagaimana, tentu Anda sudah lebih paham mengenai penghitungan kapasitor bank ya? Selamat mencoba menghitungnya dan jangan sungkan bagikan informasi tambahan atau pertanyaan Anda di kolom komentar.

1 thought on “Cara Perhitungan Kapasitor Bank Beserta Rumus dan Tabel”

Leave a Comment