Konduktor: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja dan Contohnya

Konduktor merupakan benda yang berfungsi sebagai media bagi arus listrik dan juga panas untuk merambat dan melakukan perpindahan. Konduktor ini biasa kita temukan pemakaiannya dalam kehidupan sehari-hari. Diantara salah satu fungsinya yakni digunakan untuk peralatan dapur ataupun peralatan listrik.

Nah kali ini tidak hanya membahas konduktor secara umum saja. Secara spesifik mengenai apa yang dimaksud bahan konduktor, fungsi, cara kerja dan juga contohnya.

Pengertian Konduktor

konduktor adalah
Apa itu konduktor?

Konduktor adalah benda-benda yang dapat digunakan sebagai perantara untuk menghantarkan panas, suara, ataupun listrik.

Konduktor sendiri merupakan istilah yang sering muncul dalam dunia kelistrikan. Benda yang berfungsi sebagai konduktor tidak hanya berwujud padat saja. Namun juga dapat berupa beragam zat yang lainnya. Misalnya saja benda dengan wujud cair, atau bahkan gas sekalipun.

Benda yang termasuk sebagai konduktor listrik, merupakan benda yang memiliki konduktivitas yang tinggi, namun resistansi rendah. Selain itu, benda tersebut juga memiliki kandungan elektron yang bersifat bebas. Jadi kandungan elektron yang terdapat didalamnya tidak terikat. Hal ini akan menyebabkan molekulnya melepaskan elektron-elektron itu dengan mudah.

Karena benda tersebut memiliki kandungan elektron yang tidak terikat, maka muatan listrik dapat merambat dengan mudah di dalamnya. Kemudian muatan tersebut akan dihantarkan ke seluruh permukaan benda, atau dipindahkan ke benda lain yang bersinggungan dengan konduktor.

Fungsi Konduktor

apa itu konduktor
fungsi konduktor

Secara umum, fungsi konduktor adalah sebagai media bagi arus listrik. Hal ini berlaku baik jenis listrik statis maupun dinamis untuk merambat atau berpindah. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaannya juga sangat banyak. Berikut beberapa contoh fungsi konduktor adalah sebagai:

1. Digunakan Untuk Peralatan Memasak

Penggunaan konduktor yang pertama adalah dipakai untuk membuat alat-alat rumah tangga seperti peralatan memasak. Untuk memasak, kita membutuhkan beragam benda yang dapat menghantarkan panas dengan baik.

Oleh karenanya, peralatan memasak biasanya menggunakan bahan yang memiliki sifat konduktivitas tinggi. Misalnya saja seperti stainless, aluminium dan berbagai jenis bahan logam lainnya.

2. Digunakan Untuk Peralatan Listrik

Selain digunakan untuk membuat peralatan memasak. Konduktor juga sering dipakai untuk membuat berbagai peralatan listrik.

Alat-alat elektronik seperti setrika, solder, ataupun elemen pemanas. Membutuhkan material yang bisa menghantarkan panas dengan cepat.

3. Dipakai Untuk Kabel Listrik

Untuk menghantarkan arus listrik pada jaringan, kemudian mengedarkannya pada peralatan elektronik, kita juga membutuhkan adanya bahan yang memiliki konduktivitas tinggi. Kemudian melihat kebutuhan tersebut maka dibuatlah bahan kabel yang juga dibuat dengan beragam material yang dapat menghantarkan listrik dengan baik.

Salah satu jenis material yang paling populer yakni seperti tembaga. Dimana tembaga ini merupakan bahan dengan konduktivitas tinggi, yang dapat menghantarkan dan mengedarkan arus listrik pada jaringan dengan sangat baik.

Mengenali Ciri – ciri Konduktor

ciri-ciri konduktor
ciri-ciri konduktor

Bahan konduktor memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dari jenis bahan lain. Nah, apa saja ciri-ciri konduktor?

Adapun ciri-ciri konduktor adalah sebagai berikut:

1. Menghantarkan Panas

Ciri khas yang pertama dari bahan konduktor adalah kemampuannya sebagai penghantar panas yang baik. Jadi bahan-bahan dengan jenis ini memiliki daya hantar panas yang tinggi dibandingkan jenis bahan lainnya.

2. Menghantarkan Listrik

Karena memiliki kandungan elektron yang tidak terikat dan dapat bergerak bebas, maka bahan jenis konduktor sangat baik digunakan untuk menghantarkan arus listrik. Pada konduktor, arus listrik dapat merambat dan menyebar ke seluruh permukaannya. Jika bersinggungan dengan bahan sejenisnya, muatan listrik juga akan ditransfer dan melakukan perpindahan dengan mudah.

3. Koefisien Suhu Tahanan

Ciri-ciri konduktor yang lainnya adalah dapat mengalami proses pemuaian. Dimana umumnya reaksi pemuaian terjadi karena adanya koefisien suhu tahanan yang mengalami penyusutan.

4. Tekstur Bahan

Konduktor biasanya didominasi oleh benda-benda dengan tekstur bahan yang padat. Salah satu contohnya yakni seperti logam. Dimana bahan logam ini memang merupakan media penghantar panas dan listrik yang paling tinggi.

5. Koefisien Temperatur Tekanan

Selanjutnya, ciri khas yang lainnya dari bahan konduktor adalah terkait dengan koefisien temperatur tekanan yang dimilikinya. Bahan-bahan dengan jenis ini biasanya memiliki resiko mengalami pemuaian maupun penyusutan dalam kondisi tertentu.

Apabila suhu panas, benda-benda tersebut dapat mengalami pemuaian. Sebaliknya, apabila tekena suhu dingin yang ekstrim, maka kondisi yang mungkin terjadi yakni konduktor akan menyusut.

Syarat – syarat Konduktor

syarat-syarat konduktor
syarat-syarat konduktor

Untuk dapat disebut sebagai konduktor yang baik, benda haruslah memenuhi beberapa persyaratan. Adapun syarat-syarat konduktor adalah:

1. Memiliki Konduktivitas Tinggi

Syarat konduktor yang pertama adalah memiliki konduktivitas yang tinggi. Konduktivitas pada suatu benda merupakan kemampuan dari benda tersebut untuk menghantarkan panas dan juga listrik. Semakin tinggi nilai konduktivitas yang dimiliki oleh benda tersebut, maka akan semakin baik juga kemampuan dari benda itu sebagai media penghantar.

2. Memiliki Hambatan Jenis Kecil

Berbanding terbalik dengan konduktivitas, hambatan jenis yang dimiliki oleh konduktor sebaiknya berjumlah kecil saja. Hambatan jenis merupakan komponen yang dapat mencegah terjadinya perambatan panas ataupun listrik pada suatu benda. Jadi semakin kecil jumlahnya, maka akan semakin baik fungsi dari benda itu sebagai media penghantar.

3. Memiliki Modulus Elastisitas Besar

Modus elastisitas yang besar pada suatu benda, akan membuatnya tetap kuat. Kurang lebih inilah alasan mengapa konduktor jenis tertentu tidak mudah rusak meskipun mendapatkan aliran tegangan yang cukup tinggi secara beberapa saat.

4. Memiliki Kekuatan Mekanis Tinggi

Syarat selanjutnya, konduktor juga sebaiknya memiliki kekuatan mekanis yang tinggi. Benda dengan kekuatan mekanis yang tinggi, maka akan memiliki susunan partikel yang rapat. Semakin rapat susunan partikel pada suatu benda, maka akan semakin baik kemampuannya untuk menjadi media penghantar listrik ataupun panas.

5. Koefisien Muai Kecil

Konduktor sebaiknya juga memiliki koefisien muai yang kecil. Dengan koefisien muai yang kecil, maka benda tersebut tidak mudah memuai. Dalam artian tidak mudah berubah saat menemui beberapa kondisi tertentu. Hal ini akan berlaku baik dari segi bentuk, ukuran, hingga tingkatan volumenya sendiri.

Bagaimana Cara Kerja Konduktor?

apa yang dimaksud dengan konduktor
apa yang dimaksud dengan konduktor

Untuk mengetahui bagaimana perambatan energi panas dan listrik pada penghantarnya, terlebih dahulu kita akan melihat bagaimana cara kerja konduktor.

Cara kerja konduktor adalah:

  1. Konduktor merupakan benda yang memiliki susunan elektron bebas. Dalam artian elektron-elektron tersebut dapat mengalir dan bergerak dengan bebas dan tidak terikat.
  2. Jadi, ketika sebuah benda konduktor mendapatkan tegangan atau panas. Maka elektron-elektron yang terdapat didalamnya akan membantu muatan tersebut untuk menyebar keseluruh permukaan benda.
  3. Selanjutnya ketika benda bermuatan itu bertemu dengan objek lain, maka benda tersebut akan mentransfer muatan yang dimilikinya pada objek yang bersinggungan dengannya.
  4. Jika objek yang bertemu dengan konduktor bermuatan merupakan benda yang sama-sama bersifat sebagai penghantar, maka muatan tersebut akan dengan mudah merambat dan berpindah.
  5. Kekuatan konduktivitas dari suatu benda sendiri umumnya akan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya seperti ukuran bahan dan juga suhu yang dimilikinya. Sebagai contoh yakni sepotong besi tipis memiliki konduktivitas lebih kecil dibandingkan dengan potongan besi yang lebih tebal. Hal ini berlaku demikian meskipun memiliki ukuran panjang dan lebar yang sama.
  6. Kemudian, peningkatan suhu juga akan membawa pengaruh terhadap atom dan juga elektron yang dimiliki oleh suatu benda.
  7. Jika suhu meningkat, maka atom dan elektron juga akan mendapatkan energi. Kemudian membuat benda tersebut berubah menjadi penghantar panas yang baik.

Contoh Benda-Benda Konduktor

contoh benda konduktor
contoh benda konduktor

Konduktor pada umumnya terbuat dari bahan logam yang berasal dari hasil pertambangan. Namun, tidak semua logam hasil pertambangan juga dapat digolongkan sebagai konduktor.

Beberapa contoh benda konduktor adalah:

  1. Aluminium.
  2. Perak.
  3. Tembaga.
  4. Kuningan.
  5. Besi.
  6. Merkuri.
  7. Perunggu.

Agar lebih jelas, berikut ini ulasan menganai beberapa referensi contoh benda konduktor dengan bahan yang umum digunakan pada kehidupan sehari-hari manusia.

1. Aluminium

Aluminium merupakan salah satu contoh benda yang termasuk konduktor. Logam aluminium sendiri biasanya dipakai untuk membuat beberapa benda di sekitar. Misalnya saja seperti untuk keperluan perakitan motor, heat sink, dan lain sebagainya.

2. Perak

Perak merupakan bahan logam yang mempunyai karakteristik tahan korosi dan dapat menghasilkan oksidasi. Material perak juga merupakan media penghantar yang baik. Inilah salah satu alasan mengapa perak sering digunakan untuk keperluan industri dengan skala besar dan kecil. Dan sekarang ini, material perak juga banyak diaplikasikan untuk keperluan medis.

3. Tembaga

Bahan tembaga memiliki kelebihan yaitu nilai resistansinya yang rendah. Tembaga juga memiliki konduktivitas tinggi, serta bersifat anti korosi. Material logam yang satu ini sering dipakai sebagai bahan penghantar listrik. Salah satu contoh aplikasinya yakni pada penggunaan kabel.

4. Kuningan

Contoh bahan konduktor yang selanjutnya adalah kuningan. Seperti yang kita ketahui, kuningan juga merupakan media penghantar listrik yang baik. Penggunaannya sering dipakai untuk keperluan elektronika. Misalnya seperti digunakan untuk sakelar, kontak, konektor, dan banyak lainnya.

5. Besi

Sebagai bahan logam, besi juga sangat baik ketika digunakan untuk media merambatnya panas ataupun listrik. Besi banyak digunakan untuk kepentingan industri. Seperti digunakan untuk membuat alat-alat masak, alat elektronik, trafo, motor, dan lain sebagainya.

6. Merkuri

Merkuri juga termasuk salah satu media yang dapat menjadi penghantar. Bahan merkuri sering dipakai untuk alat elektronik. Misalnya digunakan pada termometer, lampu, sakelar, sistem pemanas, alat pendingin, dan sejenisnya. .

7. Perunggu

Logam perunggu merupakan logam yang terbuat dari beberapa campuran material. Umumnya yakni terdiri dari campuran aluminium, nikel, silikon dan juga timah. Perunggu merupakan logam yang termasuk sebagai konduktor yang baik. Benda ini sering digunakan untuk berbagai keperluan. Diantaranya digunakan pada pembuatan instrumen bedah.

Selain contoh-contoh di atas, masih banyak lagi contoh konduktor yang lainnya. Misalnya emas, grafit, baja, konkret hingga air. Bahan-bahan tersebut merupakan media yang baik sebagai penghantar. Dan tentu saja memungkinkan arus listrik maupun energi panas untuk merambat dan menyebar melaluinya.

Kesimpulan

Konduktor merupakan media yang dapat dijadikan sebagai penghantar listrik dan panas. Bahan konduktor memiliki kandungan elektron yang bebas, tidak terikat, dan hambatan jenis dengan jumlah yang kecil. Selain itu, bahan-bahan tersebut juga memiliki konduktivitas yang tinggi sehingga sangat baik untuk menghantarkan arus listrik maupun panas.

Dalam kehidupan sehari-hari, konduktor sering diaplikasikan pada berbagai macam benda. Diantaranya seperti digunakan untuk beragam peralatan memasak, alat-alat elektronik dan lain sebagainya. Semoga ulasan di atas sudah cukup lengkap dan mudah untuk dipahami, ya?

Tinggalkan komentar