Pengertian ELCB Adalah : Prinsip Kerja, Fungsi, Jenis, Cara Pemasangan

Apakah Anda mengetahui apa itu ELCB? Secara umum, ELCB adalah sebuah alat yang berfungsi melakukan deteksi instalasi listrik apabila terjadi kebocoran. ELCB juga dapat melindungi orang dari resiko tersengat aliran listrik (kesetrum). Terlebih ketika orang tersebut tidak sengaja bersinggungan dengan jaringan listrik yang bermasalah.

Kali ini, kami juga akan membahas secara terperinci mengenai apa itu ELCB. Mulai dari pengertian, fungsi, prinsip kerja, jenis, hingga kelebihan dan kekurangan dari alat tersebut. Simak informasi selengkapnya di bawah ini!

Pengertian ELCB

pengertian elcb
pengertian elcb

ELCB merupakan kepanjangan dari Earth Leakage Circuit Braker. Bisa dikatakan ELCB adalah alat yang berfungsi sebagai protektor instalasi jaringan listrik. Jadi apabila terdeteksi adanya kebocoran pada jaringan listrik, maka ELCB akan memutus aliran arus yang terdapat pada jaringan tersebut.

Dalam penggunaannya, ELCB tidak menggunakan unit thermal magnetis. Sehingga alat tersebut tidak boleh dipasangkan apabila ada arus singkat lebih dari 6 A.

Nilai lebihnya, ELCB ini ternyata juga bisa dioperasikan dengan cara manual sekalipun. Cara kerjanya hampir sama seperti saklar. Mekanisme trip khusus inilah yang membuat ELCB mampu mendeteksi kebocoran sejak dini.

Prinsip Kerja ELCB

prinsip kerja elcb
prinsip kerja elcb

Prinsip kerja ELCB akan langsung berfungsi jika terjadi kebocoran pada aliran listrik. Entah kebocoran tersebut dikarenakan oleh gangguan tanah maupun lonjakan arus listrik yang besar. Untuk beberapa kondisi, ELCB juga digunakan untuk mendeteksi adanya konsleting akibat arus pendek.

Cara kerja ELCB yaitu dengan proses membandingkan antara nilai yang ada dalam fasa dan netral dalam sistem listrik. Yang semestinya nilai arus keluar kedunya normalnya seimbang atau berbanding lurus. Jadi, apabila titik fasa dan netral mengalami ketidakseimbangan, maka secara otomatis ELCB akan langsung memutus arus listrik yang mengalir pada jaringan tersebut.

Misalnya terjadi kasus orang terkena sengatan listrik. Maka hal ini akan mengakibatkan nilai fasa dan netral menjadi tidak seimbang. Ketika hal itu terjadi, ELCB akan langsung mendeteksinya. Kemudian akan mengaktifkan sistem relay pada MCB dan memutus aliran arus listrik pada jaringan.

Fungsi ELCB

Fungsi ELCB
Fungsi ELCB

Seperti yang telah kami bahas diatas, fungsi ELCB adalah untuk mendeteksi adanya perubahan arus listrik yang berpotensi menyebabkan kebocoran. Kemudian memberikan perlindungan terhadap instalasi-instalasi listrik sedini mungkin.

Namun selain itu, fungsi dari ELCB adalah meliputi sektor berikut ini:

  • Memberikan peringatan pemakaian daya listrik melebihi batas
  • Mendeteksi lonjakan arus listrik pada instalasi jaringan yang disebabkan oleh konsleting.
  • Apabila terjadi kebocoran pada instalasi listrik, maka hal tersebut juga akan dapat terdeteksi oleh ELCB.
  • Apabila kabel listrik disentuh oleh tubuh seseorang atau mengakibatkan sengatan listrik. Maka dalam jangka waktu kurang dari 0,1 detik, ELCB akan memutuskan arus listrik.
  • Menekan resiko kebocoran listrik pada peralatan yang sensitif.

Jenis-jenis ELCB

jenis elcb
jenis elcb

Melihat fungsi dan manfaatnya, tidak bisa dipungkiri bahwa ELCB merupakan perangkat yang penting untuk dimiliki di rumah. Namun, sebelum memutuskan untuk membelinya, mari ketahui jenis-jenis ELCB di bawah ini.

Adapun jenis-jenis ELCB dibagi menjadi 3, diantarnya yaitu:

  1. Jenis ELCB Berdasarkan Tipenya
  2. Sensitivitasnya
  3. Operasinya

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa simak penjelasannya satu per satu di bawah ini.

1. Jenis ELCB Berdasarkan Tipenya

Ada 3 jenis ELCB berdasarkan tipenya dibedakan menjadi:

  • Tipe AC

ELCB tipe AC merupakan anti kontak yang digunakan untuk jenis arus bolak-balik arus listrik (AC). Sebenarnya perangkat ini hanya direkomendasikan untuk perlengkapan listrik. Artinya tidak disarankan untuk digunakan pada peralatan elektronik.

  • Tipe A

ELCB dengan tipe A direkomendasikan untuk jenis tegangan listrik dengan jenis AC dan DC. Tipe A ini merupakan ELCB yang umum diaplikasikan pada peralatan elektronik.

  • Tipe B & F

Anti kontak tipe B dan F ini bisa digunakan untuk jenis arus searah (DC) ataupun arus bolak-balik (AC). Untuk pemakaiannya juga lebih disarankan untuk diaplikasikan pada alat-alat listrik.

2. Jenis ELCB Berdasarkan Sensitivitasnya

Berdasarkan sensitivitasnya, ELCB dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:

  • Sensitivitas Tinggi

ELCB dengan sensitivitas tinggi ini umumnya digunakan protektor keselamatan kerja. Kuat arusnya yaitu berkisar antara 6 mA sampai dengan 30 mA.

  • Sensitivitas Sedang

Untuk sensitivitas sedang, arus pada ELCB adalah berkisar antara 100 mA hingga 1000 mA. Untuk pengaplikasiannya, biasanya digunakan untuk proteksi pada benda-benda yang berpotensi terbakar.

  • Sensitivitas Rendah

ELCB dengan sensitivitas rendah biasanya digunakan untuk proteksi beragam peralatan listrik. Nilai arusnya yaitu hanya sekitar 3 A sampai dengan 30 A saja.

3. Jenis ELCB Berdasarkan Waktu Operasinya

Berdasarkan type waktu operasinya, jenis ELCB dibedakan menjadi 2, diantaranya yaitu:

  • Fast Type

Seperti namanya, jenis ELCB tipe ini dibilang mempunyai respon kerja yang sangat cepat. Responnya yaitu hingga 0,1 detik ketika terjadi kebocoran. Oleh kerenanya, pengoperasian ELCB jenis tersebut biasanya digunakan untuk deteksi kebakaran atau keselamatan manusia.

  • Delay Type

ELCB delay tipe membutuhkan waktu beberapa saat untuk dapat mendeteksi resiko kebocoran instalasi jaringan listrik. ELCB ini umum ditemukan pada mesin atau peralatan listrik sehari – hari.

Cara Pemasangan ELCB

cara pemasangan elcb
cara pemasangan elcb

ELCB dalam bahasa Indonesia sering disebut juga sebagai anti kontak. Ini merupakan alat yang didesain secara khusus sebagai pengaman instalasi listrik. Agar kinerjanya maksimal, pemasangan ELCB pun harus dilakukan dengan benar.

Bagaimana cara pemasangan ELCB?

Berikut adalah cara pemasangan ELCB yang bisa kamu ketahui:

1. Pasang ELCB Pada Sumber Listrik Utama

Agar dapat melindungi jaringan serta instalasi yang Anda miliki. Pastikan pemasangan ELCB diletakkan pada sumber listrik utama. Jadi, pemasangan anti kontak ini baiknya ditempatkan pada titik sebelum instalasi listrik melalui titik beban.

Anda juga perlu memastikan bahwa semua peralatan listrik yang ada didalam bangunan terdeteksi oleh alat pengaman tersebut. Kesalahan dalam pemasangan instalasi listrik dapat berakibat fatal. Salah satunya mengakibatkan kebocoran menjadi tidak terdeteksi. Resiko tersebut bisa terjadi apabila ada titik listrik yang luput dan tidak terproteksi oleh ELCB.

2. Sesuaikan Ukuran dan Jenis ELCB

Memilih jenis ELCB yang tepat perlu dilakukan sebelum memasang alat pengaman listrik. Tentu saja perlu disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya. Misalnya saja untuk kebutuhan perlindungan keselamatan pekerja, tentu saja ELCB dengan sensitivitas 30 mA dapat dijadikan pilihan.

Namun apabila Anda ingin memasang proteksi yang lebih mumpuni lagi, maka gunakan ELCB dengan sensivitas 300 mA. Nah poin yang tidak kalah penting yakni menyesuaikan daya dan beban listrik yang dibutuhkan nantinya.

Contohnya untuk beban listrik di rumah atau bangunan adalah 20 Ampere. Berarti pemilihan anti kontak harusnya adalah yang nilainya lebih dari 20 Ampere dan seterusnya.

3. Pastikan Kabel Phase dan Netral Dipasang Melalui ELCB

Urusan pemasangan instalasi listrik memang bukan hal sepele. Anda perlu memastikan bahwa kabel fasa dan kabel netral terpasang melalui ELCB langsung. Hal ini supaya ELCB tidak akan selalu memutuskan tegangan listrik karena mendeteksi hal tersebut sebagai kebocoran.

4. Pastikan Sistem Grounding Sudah Benar

Cara untuk memasang ELCB yang selanjutnya adalah dengan memastikan sistem grounding sudah dilakukan dengan benar. Sistem grounding atau pertanahan (arde), sebaiknya memiliki nilai lebih kecil dari 5 ohm.

Setelah pemasangan ELCB dilakukan dengan baik, langkah yang selanjutnya adalah melakukan pengetesan fungsi dari anti kontak tersebut. Apakah alat pengaman listrik sudah maksimal fungsinya? Hal ini dapat diketahui dengan melakukan pengetesan terhadap ELCB.

Bagaimana cara mengetes ELCB?

  • Cara untuk mengetes ELCB yang pertama yaitu dengan cara manual. Ini dapat dilakukan dengan mengecek tombol push to trip. Tombol push to trip ini merupakan tombol uji berkala yang terdapat pada setiap ELCB.
  • Selain menggunakan cara manual, Anda juga dapat menggunakan alat khusus yaitu ELCB tester.

Perbedaan MCB dan ELCB

perbedaan mcb dan elcb
perbedaan mcb dan elcb

Secara fisik, baik MCB maupun ELCB memiliki kemiripan. Demikian pula dengan fungsinya yang sama-sama dimanfaatkan sebagai protektor instalasi jaringan listrik. Namun meskipun demikian, MCB dan ELCB juga memiliki banyak perbedaan.

Apa saja perbedaan MCB dan ELCB?

Adapun perbedaan MCB dan ELCB adalah sebagai berikut:

1. Perbedaan MCB dan ELCB dari segi Fungsi

Perbedaan antara MCB dan ELCB yang pertama adalah dari segi fungsinya. MCB atau Miniatur Circuit Breaker hanya berfungsi sebagai pengaman lonjakan listrik. Artinya, jika nantinya terjadi kebocoran maka resiko tersengat listrik masih tinggi. Berbeda dengan ELCB yang dari awal memang didesain untuk mengatasi lonjakan listrik dengan skala yang besar. ELCB ini bahkan bisa difungsikan sebagai protektor bagi manusia dari resiko tersengat listrik.

2. Pemasangan

Pada saat pemasangannya, MCB hanya membutuhkan satu kabel fasa saja. Sedangkan untuk ELCB biasanya dipasang dengan menggunakan dua kabel. Yaitu kabel fasa dan juga kabel netral.

3. Kualitas

Pada saat terjadi kebocoran, MCB dapat melindungi instalasi listrik. Namun syaratnya instalasi listrik tersebut harus dilengkapi dengan pertanahan (arde). Namun tidak demikian dengan ELCB, karena proteksi dari alat ini lebih kuat dan luas jangkaunnya.

Apabila terjadi konsleting listrik baik karena hubungan arus jangka pendek ataupun yang lainnya. ELCB secara otomatis dapat mendeteksi kebocoran tersebut dan mematikan arus listrik.

4. Penempatan

Dari segi penempatan, MCB umumnya lebih digunakan untuk pemakaian skala kecil. Contohnya seperti pemakaian untuk rumah penduduk dan lain sebagainya. Sedangkan untuk ELCB jangkauannya lebih luas lagi. Tidak hanya perumahan saja, tetapi juga umum digunakan pada beberapa bangunan industri. Misalnya saja seperti pabrik, perkantoran, ataupun fasilitas umum lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan ELCB

kelebihan dan kekurangan elcb
kelebihan dan kekurangan elcb

Setiap alat pastinya memiliki kelebihan dan juga kekurangan, begitupun dengan ELCB. Apa saja kelebihan dan kekurangan ELCB?

1. Kelebihan ELCB

Adapun beberapa kelebihan ELCB antara lain adalah:

  • ELCB memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap kebocoran dan konsleting. Ketika terjadi konsleting listrik, ELCB akan memutuskan arus dalam waktu 0,1 detik.
  • ELCB memiliki proteksi yang lebih baik sebagai alat pengaman listrik. Tidak hanya bagi instalasi saja, tetapi juga melindungi manusia dari bahaya terkena sengatan listrik.
  • ELCB memberikan proteksi keamanan yang lebih tinggi. Inilah mengapa standar pemasangannya digunakan untuk beberapa industri dengan skala

2. Kekurangan ELCB

Selain memiliki banyak kelebihan, ELCB juga memiliki kekurangan. Diantara kekurangan ELCB adalah sebagai berikut:

  • Meskipun memiliki rating arus yang sama besarnya dengan MCB, ELCB memiliki harga yang lebih mahal.
  • Bila instalasi listrik tidak bagus, ELCB akan sering trip. Kemudian instalasi listrik pun menjadi terputus.
  • ELCB sangat direkomendasikan untuk dipasang oleh ahlinya.

Kesimpulan

ELCB adalah komponen listrik yang dimanfaatkan untuk mendeteksi adanya kebocoran dalam arus listrik. Dimana kebocoran ini penyebabnya sendiri bisa karena hubungan arus pendek, konsleting listrik ataupun yang lainnya. Dan untuk cara kerjanya, ELCB akan segera mengaktifkan fungsi relay guna bisa memutuskan aliran arus pada jaringan. Respon cepat ini umumnya terjadi selama 0,1 detik. Alat ini selain memberikan proteksi untuk peralatan listrik, juga akan memberikan proteksi dari resiko tersengat listrik.

Leave a Comment