Perbedaan Arus Listrik AC dan DC [Lengkap]

Arus listrik berdasarkan alirannya dibagi menjadi dua jenis yaitu arus listrik AC dan DC. Yang mana secara singkat Arus Ac adalah arus bolak-balik (alternating current/AC) dan arus  DC adalah arus searah (direct current/DC).

Sebelum kita bahas tentang dua jenis arus listrik tersebut, tahukah kamu apa itu arus listrik?

Ya, arus listrik adalah suatu aliran listrik yang disebabkan oleh terjadinya jumlah muatan listrik yang bergerak dari satu titik ke titik yang lain dalam sebuah rangkaian dalam satuan waktu.

Arus listrik dapat terjadi dikarenakan adanya beda potensial antara dua titik. Nilai arus listrik akan semakin besar apabila tegangan arus antara dua titik juga besar.

Simbol arus listrik dilambangkan dengan I (current) dan A (ampere) merupakan satuan arus listrik secara internasional.

Oke langsung saja, berikut penjelasan terkait arus listrik Searah (DC ) dan arus listrik bolak balik (AC), antara lain:

1. Arus listrik AC

arus ac
arus ac

Arus AC adalah jenis arus listrik yang memiliki arah arus listrik secara bolak balik dan cenderung tidak stabil. Sebagian orang juga menyebut arus AC sebagai arus bolak-balik atau arus tidak stabil.

Pada prinsipnya, arus AC ini bekerja sesuai perputaran kumparan dengan kecepatan yang disesuaikan. Beberapa jenis rangkaian komponen AC  antara lain resistor, induktor dan kapasitor.

Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai tiga jenis rangkaian komponen penyusun arus AC :

  • Resistor adalah salah satu komponen elektronika atau disebut juga sebagai hambatan arus listrik. Berfungsi mengatur kecepatan arus listrik sesuai dengan keinginan pengguna. Satuan resistor dinyatakan dalam Ohm.
  • Induktor termasuk dalam salah satu komponen elektronika, fungsi dari induktor sebagai penyimpan energi pada medan magnet yang disebabkan oleh arus listrik. Kemampuan induktor dipengaruhi induksinya dan dinyatakan dalam hnry.
  • Kapasitor atau disebut juga sebagai kondensator merupakan alat penyimpan energi listrik di dalam medan listrik. Kapasitor dinyatakan dalam satuan farad (F).

Bagaimana, sudah paham mengenai pengertian masing – masing komponen penyusun arus AC?

Contoh Penggunaan Arus Listrik AC

Nah agar lebih tergambar, berikut ini beberapa contoh pemanfaatan arus AC yang terdapat pada beragam perangkat elektronik :

  • Penggunaan AC
  • Penggunaan kulkas
  • Penggunaan lampu

2. Arus listrik DC

arus dc
arus dc

Arus listrik DC merupakan bentuk aliran arus listrik atau tegangan listrik yang bersifat searah dan cenderung lebih stabil dalam penggunaanya.

Arus listrik DC ini biasanya dihasilkan dari pembangkit daya, baterai, dinamo dan tenaga surya. Oleh karenanya jenis arus DC disimpulkan lebih aman dan jarang terjadi konslet.

Pada awal penemuan, arus DC dikatakan sebagai arus searah dari positif menuju negatif. Namun seiring dengan kemajuan teknologi, arus DC diketaui sebagai arus yang mengalir searah dari negatif menuju positif.

Arus atau tegangan DC biasanya digunakan pada beberapa alat elektronika dalam kehidupan sehari hari.

Contoh Penggunaan Arus Listrik DC

Berikut contoh alat elektronika yang menggunakan tegangan DC, antara lain:

  • Televisi
  • Radio
  • Handphone
  • CPU
  • Monitor
  • DVD Player

Sebenarnya, Apa Saja Perbedaan Arus AC dan DC?

Perbedaan arus listrik ac dan dc
Perbedaan arus listrik ac dan dc

Masih terkait pengembangan inverter, kira-kira apa saja yang menjadi perbedaan antara arus AC dan DC? Berikut perbedaan arus DC dan arus AC yang penting untuk kita cermati.

Arus AC sendiri merupakan jenis arus listrik yang nilainya berubah terhadap satuan waktu atau cenderung tidak stabil. Sedangkan arus DC adalah arus listrik yang nilainya tetap terhadap satuan waktu, sehingga lebih stabil pada penggunaanya.

Namun demikian, penggunaan arus AC dan DC dianggap sama pentingnya, hal ini karena setiap arus memiliki kelebihan masing- masing.

Dalam dunia elektronika sendiri, penggunaan inverter dianggap penting karena dapat mengurangi penggunaan listrik pada beberapa perlengkapan rumah tangga.

Tinggalkan komentar