Macam-macam Transduser Beserta Fungsi dan Contohnya

Setiap elektronik mampu berfungsi secara baik tentu karena adanya beragam komponen penyusun di dalamnya. Salah satu komponen penyusun yang sangat penting fungsinya yaitu transduser. Fungsi dari komponen ini yakni untuk mengubah satu energi ke energi lainnya. Sedangkan, bentuk energinya pun bisa macam-macam. Yakni mulai dari mekanik hingga elektromagnetik.

Nah untuk pembahasan lebih lengkap mengenai komponen ini bisa disimak di bawah ini.

Macam – macam Transduser

Macam-macam transduser ini juga penting untuk diketahui. Dengan begitu pengguna bisa memilih jenis mana yang paling sesuai dengan kebutuhan. Sebenarnya, cara kerja dari komponen ini tergantung alat elektronik yang digunakan. Misalnya saja untuk perangkat loudspeaker dengan sinyal elektrik menjadi sinyal audio.

1. Jenis Transduser Output

Transduser Output
Transduser Output

Transduser output/actuator adalah komponen yang mampu mengubah sinyal listrik  menjadi energi fisik (physical energy). Sebagai salah satu contohnya yakni loudspeaker. Jenis transduser ini juga memiliki beragam komponen kecil. Berikut ini komponen penyusun yang terdapat pada transduser:

  • Komponen LED/Light Emitting Diode dalam listrik – energi cahaya.
  • Komponen lampu dalam listrik – energi cahaya.
  • Komponen motor dalam listrik – gerakan (motion).
  • Komponen heater dalam listrik – panas.
  • Komponen loudspeaker dalam sinyal – suara.

Anda dapat menemukan komponen kecil tersebut pada contoh elektronik yang sudah disebutkan di atas.

2. Jenis Transduser Input

Transduser Input
Transduser Input

Transduser input/sensor merupakan salah satu jenis transduser yang difungsikan untuk mengubah energi dari fisik/physical energy menjadi sinyal listrik atau resistensi. Energi fisik ada cahaya, tekanan, suhu hingga gelombang suara. Artinya, energi tersebut nantinya akan diubah menjadi tegangan/sinyal listrik.

Sebagai gambaran yakni penggunaan gelombang suara mikropon yang melibatkan kabel listrik dan sinyal listrik dalam penggunaannya. Lalu untuk komponen kecilnya, yaitu sebagai berikut :

  • Komponen LDR/Light Dependent Resistor dalam cahaya – resistensi.
  • Komponen thermistor dalam suhu – resistensi.
  • Komponen variable resistor/potensiometer dalam posisi – resistensi.
  • Komponen mikropon dalam gelombang suara – sinyal listrik.

Komponen kecil pada nomer 1-2 tersebut umumnya ada dalam skala hambatan.

3. Jenis Transduser Temperatur

Transduser Temperatur
Transduser Temperatur

Transduser temperatur adalah jenis semikonduktor yang memiliki tegangan tertentu dan bisa menghasilkan suhu beragam.  Dan tentu saja memiliki arus berbeda, ya? Dimana setiap produk jenis transduser temperatur memiliki spesifikasi yang berbeda-beda.

Sebagai contoh yakni jenis LM 35 memiliki tegangan +1500 mVmV dengan suhu 150° celcius. Rangkaiannya pun cukup sederhana yaitu tegangan referensi negatif (-Vs) dengan suhu -55°C – 150°C atau 0 volte/ 0°C.

Hal ini sangat berpengaruh ketika mengukur suatu objek. Misalnya, kecepatan suara air di dalam laut menggunakan rumus gelombang transduser.  Rumus transduser kecepatan adalah sebagai berikut.

d = 1/2 x v x t.

4. Jenis Transduser Pembangkit Sendiri

Transduser Pembangkit Sendiri
Transduser Pembangkit Sendiri

Jenis transduser pembangkit sendiri/self generation transduser ini adalah salah satu komponen penyusun yang hanya mempunyai satu sumber energi saja. Komponen ini sebagai sumber tegangan akan mengalami energi listrik secara langsung dan permanen. Contohnya yakni sensor termocouple, piezoelectric, dan lainnya.

5. Jenis Transduser Sistem PLC

Transduser Sistem PLC
Transduser Sistem PLC

Jenis transduser sistem PLC (programmable logic controllers) adalah komponen yang difungsikan untuk mengendalikan mulai dari program hingga seluruh data. Hal ini karena ada beberapa spesifikasi yang terangkum dalam konsep PLC.

Ada programmable fungsinya untuk menyimpan program yang sudah jadi. Logic berfungsi memproses data/input secara aritmatik dan logic/ALU. Lalu controller untuk mengontrol data menjadi output yang dihasilkan.

Ternyata, PLC ini terdapat pada perangkat komputer atau PC. Artinya, PLC memiliki bagian-bagian penting sebagai berikut ini:

  • CPU atau central processing unit untuk memproses program. Terdiri atas, power supply, alterable memory, fixed memory, battery dan
  • Modul input/output untuk menerima sinyal untuk diproses ke PLC.
  • Printer.
  • Programmer atau monitor PM.
  • Alat menyimpan program dalam CPU yaitu the program recorder atau

Sedangkan untuk prinsip kerja PLC sendiri terbilang cukup sederhana untuk dipahami. Kurang lebih seperti ini gambaran cara kerjanya :

  • Menerima sinyal.
  • Memproses serangkaian data yang masuk.
  • Menginstruksi logika pada sinyal.
  • Mengendalikan aktuator atau alat lainnya.

Ada juga tipe-tipe PLC yang memiliki perbedaan.

  • Compact
Compact
Compact

Tipe compact yaitu seluruh komponen kecil menyatu dan input/output sedikit.

  • Modular Omron
Modular Omron
Modular Omron

Tipe modular yaitu komponen besar terpisah dengan ekspansi jumlah input/output.

Adapun yang lainnya, dimana transduser dalam PLC berfungsi untuk beberapa hal berikut ini :

  • PLC mampu menjalankan beberapa mesin program sekaligus.
  • PLC mampu mengubah sistem komputer.
  • PLC memiliki banyak kontak pada masing-masing coil.
  • PLC hemat di kantong.
  • PLC mampu pilot running yang diuji di laboratorium.
  • Program pada PLC bisa dilihat di layar CRT.
  • PLC dengan kecepatan operasi satu milli second.
  • PLC yang ramah lingkungan.
  • PLC memiliki metode pemrograman ladder dan boolean.
  • Komponen-komponen bisa menjadi lebih sederhana.

Fungsi transduser

Fungsi transduser sendiri yaitu sebenarnya hanya menyesuaikan tujuan sistem elektronik tertentu. Sebagai contoh yakni komponen listrik yang ada di dalam sistem keamanan pintu. Transduser bisa diubah ke ultrasonic sensor – pendeteksi – sinyal elektrik untuk diproses.

Contoh Transduser Aktif

Pertama, transduser aktif yaitu sumber energi listrik dari dalam untuk mengaktifkan komponen listrik. Sedangkan contoh transduser aktif berdasarkan parameter listrik adalah sebagai berikut:

  • Sel fotosmisif untuk prinsip kerja dan sifat alat.
  • Emisi elektron.
  • Cahaya dan radiasi dalam pemakaian alat.
  • Emisi elektron sekunder.
  • Cahaya, radiasi dan relay yang sensitif.
  • Termometer tahanan.

Dengan adanya transduser aktif, maka ada contoh rangkaian transduser bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

contoh rangkaian transduser

Komponen Transduser

Komponen transduser sebenarnya hanya meliputi transduser input dan output. Mulai dari thermistor hingga transduser sensor.

Berikut ini merupakan komponen transduser input yang umum digunakan :

  • Transduser thermistor yakni suhu energi panas atau dingin akan diubah menjadi sinyal listrik resistensi atau hambatan.
  • Light dependent resistor yang terdiri dari energi cahaya dan akan diproses menjadi sinyal listrik.
  • Microphone yakni energi gelombang suara yang menggunakan sinyal arus listrik
  • Variable resistor yaitu energi potensial menjadi sinyal listrik.

Adapun komponen transduser output yaitu sebagai berikut :

  • Komponen transduser motor yaitu energi listrik – energi gerak/motion.
  • Komponen heater yaitu energi listrik – energi panas.
  • Komponen lampu LED yaitu energi listrik – energi cahaya.
  • Komponen loudspeaker yaitu sinyal listrik – energi suara.

Sebagai tambahan informasi, bahwa komponen transduser input dan transduser output bisa digabungkan. Namun tetap saja harus memperhatikan faktor keamanan dan lainnya, ya?

Aplikasi Transduser

Komponen elektronik yang satu ini memiliki aplikasi transduser dengan beberapa jenis, yaitu:

  • Antena, tape head, dan magnetic cartridge yang termasuk transduser elektromagnetik.
  • Aplikasi transduser electrochemical yaitu hydrogen sensor dan pH probes.
  • Transduser electromechanical.
  • Electro optical.
  • Transduser thermoelectric yaitu NTC dan PTC.

Kesimpulan

Demikian penjelasan selengkapnya mengenai jenis dan macam transduser. Yang mana transduser ini merupakan salah satu komponen elektronik. Pengaplikasian komponen ini dalam sebuah perangkat juga terbilang sangat krusial.

Khususnya untuk komponen penyusun yang terdapat pada komputer. Kesimpulannya, Anda bisa mengetahui komponen transduser untuk menentukan kualitas spesifikasi komputer/PC. Dan tentu saja tidak hanya untuk perangkat komputer, pengguna juga bisa menyesuaikan penggunaan komponen ini sesuai dengan kebutuhan.

Tinggalkan komentar