Kapasitor Elektrolit: Pengertian, Fungsi, Gambar, Simbol

Kapasitor elektrolit adalah sebuah komponen yang cukup krusial keberadaannya. Jenis kapasitor ini cukup populer disebut dengan istilah elco yang mana berasal dari kata electrolit condensator. Fungsi utama dari komponen yang satu ini yakni sebagai media penyimpanan arus listrik dalam beberapa periode tertentu.

Umumnya, penggunaan kepasitor elektrolit dapat kita temukan pada berbagai piranti elektronika. Yang paling umum yakni mulai dari relay, power supply, ponsel, servos dan lain sebagainya.

Kali ini kita tidak hanya membahas secara umum penjelasan mengenai apa itu kapasitor elektrolit dan fungsinya. Mari ketahui lebih detail mengenai karakteristik dan cara kerja dari kapasitor elektrolit melalui bahasan berikut.

Pengertian Kapasitor Elektrolit

gambar kapasitor elektrolit
gambar kapasitor elektrolit

Kapasitor elektrolit adalah perangkat yang termasuk dalam kategori komponen elektronik dengan sifat pasif. Inilah mengapa kapasitor elektrolit juga sering disebut dengan istilah elco (electrolit condensator).

Disebut sebagai kapasitor elektrolit, karena alat tersebut menggunakan bahan dielektrik yang berupa cairan ionik yang bersifat konduktif. Kapasitor elektrolit umumnya akan dibuat dengan adanya isolator yang berbentuk tabung. Tabung ini merupakan wadah yang dipakai untuk menyimpan lapisan elektrolitnya.

Jadi kontruksi alat tersebut mencangkup komponen tambahan yakni dua kaki terminal logam yang nantinya akan difungsikan sebagai elektroda. Kemudian kedua kaki terminal tersebut disekat oleh lapisan elektrolit teroksidasi yang berfungsi sebagai isolator.

Gambar Simbol Kapasitor Elektrolit

Simbol kapasitor elektrolit
Simbol kapasitor elektrolit

Pada gambar simbol kapasitor elektrolit diatas, kita akan mendapati dua kutub berbeda yang terletak pada kaki terminalnya. Oleh karenanya, alat ini dapat digolongkan sebagai kapasitor polar karena memiliki polarisasi.

Pada alat tersebut, elektrodanya memiliki polaritas yang berbeda, yaitu kutub negatif (-) dan kutub positif (+). Oleh karenanya, pemasangan kapasitor elektrolit juga tidak boleh dilakukan secara asal apalagi sembarangan.

Dan bahkan jika komponen ini dipasang terbalik, maka kapasitor elektrolit dapat berpotensi rusak atau bahkan menimbulkan ledakan dengan skala tertentu.

Fungsi Kapasitor Elektrolit

fungsi kapasitor elektrolit
fungsi kapasitor elektrolit

Membahas mengenai fungsi, sebenarnya kapasitor elektrolit tidak jauh berbeda dengan jenis lainnya. Dimana fungsi kapasitor elektrolit adalah sebagai media untuk proses menyimpan energi listrik yang masuk.

Namun tidak hanya sebagai media simpan semata, berikut ini fungsi dari kapasitor elektrolit dalam rangkaian kelistrikan, antara lain adalah:

  • Pada amplifier, alat ini dapat berfungsi sebagai penghubung antara satu amplifier dengan yang lainnya.
  • Pada antena, kapasitor elektrolit dapat difungsikan sebagai pembangkit frekuensi.
  • Kapasitor elektrolit berfungsi sebagai kapasitor yang membantu menghemat daya listrik.
  • Berfungsi sebagai filter atau penyaring yang menghambat timbulnya noise.
  • Digunakan sebagai konduktor karena membantu meneruskan arus AC (Alternating Current).
  • Kapasitor elektrolit juga difungsikan sebagai isolator. Hal ini karena komponen elektrolit kondensator juga dapat menghambat arus DC (Direct Current).
  • Memiliki kemampuan untuk menyimpan arus dan tegangan listrik selama beberapa waktu.
  • Kapasitor elektrolit berfungsi sebagai filter untuk mengatur tinggi dan rendahnya frekuensi.
  • Digunakan pada rangkaian resonansi dan lain sebagainya.

Contoh Penggunaan Kapasitor Elektrolit

Kapasitor elektrolit ini merupakan salah satu komponen yang umum kita jumpai. Hal ini karena kapasitor elektrolit memang umum digunakan sebagai salah satu komponen penyusun dalam berbagai piranti elektronika.

Beberapa contoh alat elektronik yang menggunakan kapasitor elektrolit diantaranya adalah:

Mengenal Karakteristik Kapasitor Elektrolit

Sebagai komponen elektronik, elektrolit kondensator memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri.

Karakteristik kapasitor elektrolit diantaranya, yaitu :

  • Menggunakan elektrolit sebagai bahan dielektrik.
  • Merupakan jenis kapasitor polar.
  • Dapat digunakan untuk suhu maksimum 105° C.
  • Memiliki nilai resistansi antara 0,01uF hingga 10.000 uF.
  • Rentang tegangan kerja kapasitor ini mulai dari 16 Volt sampai 450 Volt.
  • Masing-masing kaki elektroda memiliki polaritas berbeda, yaitu polaritas positif dan negatif.

Cara Kerja Kapasitor Elektrolit

cara kerja kapasitor elektrolit
cara kerja kapasitor elektrolit

Cara kerja kapasitor elektrolit juga bisa dikatakan mempunyai kemiripan dengan jenis kapasitor lainnya. Ketika kapasitor diberi muatan, maka arus listrik akan mengalir menuju kedua kaki terminalnya.

Elektron bermuatan positif akan berkumpul pada kutub positif. Sebaliknya, arus listrik yang mengandung elektron bermuatan negatif akan berkumpul di kaki terminal negatif.

Namun, arus listrik yang terdapat pada dua kaki terminal tersebut tidak dapat berpindah atau mengalir satu sama lain. Hal itu terjadi karena adanya isolator yang terbuat dari bahan non konduktif yang menjadi pemisah antar terminal.

Peran isolator dalam hal ini adalah sebagai sekat atau pemisah. Tujuannya yaitu agar arus listrik pada terminal negatif tidak dapat berpindah pada terminal positif dan sebaliknya.

Jenis – jenis Kapasitor Elektrolit

Berdasarkan bahan elektrolit yang digunakan, kapasitor elektrolit dibedakan menjadi beberapa jenis. Berikut ini klasifikasi dan pengertiannya.

  • Kapasitor elektrolit tantalum yaitu kapasitor yang menggunakan bahan dielektrik dari bahan tantalum.
  • Kapasitor elektrolit niobium yaitu kapasitor yang menggunakan bahan dielektrik dari niobium.
  • Kapasitor elektrolit aluminium yaitu kapasitor yang menggunakan isolator yang terbuat dari aluminium dioksida.

Tipe Elektrolit yang digunakan Kapasitor Elektrolit

Ada beberapa tipe elektrolit yang sering digunakan pada kapasitor elektrolit, antara lain yaitu :

  • Polimer Konduktif Padat

Tipe cairan elektrolit yang pertama yaitu konduktif padat. Tipe elektrolit ini memiliki nilai ESR kurang dari 10mΩ, sedangkan nilai konduktivitas yang dimilikinya, yaitu sekitar 10.000 ms/cm.

  • Oksida Mangan Padat

Tipe elektrolit yang selanjutnya adalah oksida mangan padat. Jenis elektrolit yang satu ini tidak hanya berkualitas baik, tetapi juga memiliki stabilitas tinggi. Konduktivitas dari elektrolit oksida mangan padat yaitu sekitar 100 ms/cm.

  • Elektrolit Non Padat

Tipe elektrolit non padat merupakan bahan dielektrum yang berbahan cairan. Tipe elektrolit yang satu ini harganya lebih murah dan memiliki konduktivitas sekitar 10 ms/cm.

Rangkaian Kapasitor Elektrolit

Dalam sebuah sirkuit elektronika, untuk mendapatkan nilai kapasitansi dan tegangan yang dibutuhkan, kita dapat memanfaatkan penggunaan lebih dari satu kapasitor.

Jadi, kapasitor-kapasitor tersebut dapat dihubungkan dengan berbagai tipe rangkaian, mulai dari rangkaian seri maupun paralel. Apa perbedaan dari keduanya? Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!

  1. Rangkaian Seri

Kapasitor elektrolit dapat dihubungkan dalam sebuah rangkaian seri. Pada rangkaian seri, beberapa kapasitor akan terhubung satu sama lain dalam satu jalur. Untuk mengetahui tegangan maksimum dan nilai kapasitansi dari kapasitor elektrolit yang terhubung secara seri, ada beberapa patokan yang dapat dijadikan sebagai acuan.

Pertama, nilai kapasitansi akan didapatkan secara terbalik. Lalu, tegangan total akan diperoleh dari tegangan maksimum yang dijumlahkan dari masing-masing kapasitor.

Contohnya, apabila dua buah kapasitor elektrolit bernilai 10 uF/50 Volt saling terhubung secara seri. Maka berapa nilai kapasitansi dan tegangan maksimum yang didapatkan?

  • Nilai kapasitansinya, yaitu :

10 uF = 1/10 uF

1/10 uF + 1/10 uF = 2/10 uF = 1/5 uF

  • Tegangan totalnya adalah :

50 volt + 50 volt = 100 volt.

  1. Rangkaian Paralel

Pada rangkaian paralel, dua buah kapasitor atau lebih akan saling terhubung dalam beberapa percabangan. Jadi, metode ini memungkinkan kita untuk menghubungkan kapasitor dalam lebih dari satu jalur.

Pada rangkaian paralel, nilai kapasitansi yang didapatkan adalah dari hasil penjumlahan antara nilai masing-masing kapasitor yang terhubung. Sedangkan untuk tegangan maksimumnya nilainya adalah tetap.

Contohnya, ketika kita menghubungkan dua buah kapasitor dengan nilai 15 uF/450 volt. Maka :

  • Nilai kapasitansinya adalah :

15 uF + 15 uF = 30 uF.

  • Tegangan maksimumnya adalah tetap yaitu 450 volt.

Cara Membaca Kapasitor Elektrolit

cara membaca kapasitor elektrolit
cara membaca kapasitor elektrolit

Cara membaca kapasitor elektrolit sangat mudah, karena nilai kapasitansi dan juga tegangan maksimum dari alat tersebut sudah tertulis dengan jelas pada permukaan isolatornya.

Pada gambar di atas, kita dapat melihat bahwa pada kapasitor tertera tulisan 100 uF/25 volt. Maka artinya, nilai kapasitansi alat ini adalah 100 uF dan tegangan maksimumnya yaitu 25 volt.

Kelebihan dan Keuntungan Kapasitor Elektrolit

Sebagai komponen elektronika, kapasitor elektrolit memiliki beberapa kelebihan yang unggul dibandingkan dengan alat sejenisnya.

Kelebihan kapasitor elektrolit antara lain adalah:

  • Elektrolit kondensator memiliki volume dan nilai kapasitansi yang tinggi.
  • Elektrolit kondensator memiliki ketahanan tinggi untuk menghadapi getaran mekanis.
  • Kapasitor elektrolit juga dapat digunakan untuk rangkaian elektronika yang membutuhkan kapasitansi besar.

Selain beberapa kelebihan di atas, elektrolit kondensator juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya adalah:

  • Elektrolit kondensator merupakan kapasitor polar, sehingga penggunaannya harus tepat dan tidak bisa dipasang bolak-balik.
  • Kurang tahan menghadapi tegangan tinggi.
  • Lapisan isolasi yang digunakan pada kapasitor sangat sensitif apabila terkena arus dengan tegangan tinggi.

Kesimpulan

Kapasitor elektrolit merupakan jenis kapasitor yang isolatornya terbuat dari cairan ionik yang bersifat konduktif. Kapasitor yang satu ini termasuk dalam kategori kapasitor polar.

Artinya, dua kaki terminal yang dimilikinya memiliki polaritas berbeda, yaitu polaritas positif (+) dan negatif (-). Selain memiliki kapasitansi tinggi, kapasitor ini juga memiliki ketahanan tinggi terhadap getaran mekanis. Namun, metode pemasangannya tidak boleh terbolak-balik karena dapat berpotensi rusak dan meledak.

Tinggalkan komentar